PAMEKASAN — limadetik.com, Sebuah video yang memperlihatkan penolakan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 2 Pamekasan beredar di media sosial, Senin (9/3/2026).
Dalam video tersebut, seorang guru yang diketahui bernama Moh. Hairuddun, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMAN 2 Pamekasan, menyampaikan penolakan terhadap menu yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan As-Salman Buddagan.
Ia mengatakan pihak sekolah memutuskan untuk tidak menerima menu MBG yang dijadwalkan untuk tiga hari ke depan.
“Kami menolak untuk jatah tiga hari ini, Senin, Selasa dan Rabu,” ujarnya dalam video tersebut.
Menu yang dipersoalkan di antaranya lele marinasi, tempe ungkep, dan tahu ungkep yang dikemas menggunakan kotak makanan mika. Dalam video itu juga disebutkan bahwa kondisi lele dinilai masih mentah sehingga pihak sekolah merasa perlu menyampaikan keberatan.
SPPG Sampaikan Permohonan Maaf
Menanggapi hal tersebut, SPPG Yayasan As-Salman Buddagan Pamekasan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Kepala SPPG As-Salman, Moh. Ainur Rusli, mengatakan pihaknya terbuka terhadap masukan dari sekolah penerima manfaat dan siap melakukan perbaikan.
Ia menjelaskan bahwa menu tersebut dirancang agar dapat dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.
“Pemenuhan gizinya sudah diperhitungkan, namun tentu kami mohon maaf jika belum berkenan bagi pihak sekolah. Kami siap melakukan perbaikan sesuai saran yang disampaikan dan menu yang ditolak akan kami ganti,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Penjelasan Ahli Gizi
Ahli gizi SPPG Yayasan As-Salman, Fikri Mutawakkil, menjelaskan bahwa paket makanan yang disiapkan sebenarnya terdiri dari beberapa jenis menu dengan komposisi gizi seimbang.
Menu tersebut meliputi roti pizza, dua butir telur rebus, satu kemasan susu full cream, seekor lele marinasi, dua potong tahu ungkep, dua potong tempe ungkep, serta dua buah naga.
Menurutnya, lele marinasi dipilih sebagai salah satu sumber protein yang cukup baik dan relatif lebih tahan hingga satu hari.
“Yang viral itu hanya lele marinasinya. Padahal dalam satu paket masih ada susu, telur, roti pizza dan buah yang menjadi bagian dari pemenuhan gizi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu saja, yakni lele, tahu dan tempe, sementara menu lainnya tidak ikut terekam.
“Ada menu lain seperti susu, telur, roti pizza dan buah. Namun dalam video tidak terlihat karena paket tersebut belum sempat dikeluarkan dari mobil distribusi,” tambahnya.












