MALANG, limadetik.com — Ikatan Pelajar Kabupaten Nunukan (IPMAN) Malang adalahh suatu wadah organisasi mahasiswa dan pelajar yang ada di malang.
Kini mahasiswa Kabupaten Nunukan, Provonsi Kalimantan Utara yang ada di malang kembali melakukan kegiatan “Intimung Taka Berbudaya”, yang artinya berkumpul kita berbudaya. Kegiatan ini telah di lakukan selama 3 kali berturut-turut.
“Kegiatan yang pertama kami mengangkat cerita yang dimana cerita dan tarian multicultural, adapun dari cerita tersebut ialah dengan teater yang mengangkat cerita warga perbatasan di Kalimantan utara khususnya di Kabupaten Nunukan” kata Muhammad Fajri, ketua Ipman Malang, Senin (2/12/2019).
Kemudian kedua kalinya, lanjut Fajri, Intimung Taka Berbudaya 2, yaitu tentang nasionalisme warga perbatasan dengan tarian multicultural sesuai dengan budaya yang ada di Nunukan, dan kali ini Ipman mengangkat cerita yang beraroma pribumi suku asli daerah dengan tarian adatnya (suku Tidung dan Dayak Agabag) dengan tarian Adat. Pentas budaya adalah kegiatan rutinitas tahunan dari organisasi daerah yakni Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Nunukan (Ipman Malang).
“Dengan ini kami selaku mahasiswa daerah tidak luput akan daerah kami, karena tujuan kami sebagai mahasiswa daerah yaitu membangun daerah dan memperkenalkan daerah kami di tanah rantau” ungkap Muhammad Fajri.

Fajri menjelaskan, pada kesempatan ini mereka mahasiswa Malang telah mengadakan kegiatan pentas budaya yakni Intimung Taka Berbudaya yang artinya “berkumpul Kita Berbudaya”. Dengan adanya kegiatan tersebut para mahasiswa Nunukan tidak akan lepas dari peran dan fungsi mereka sebagai mahasiswa daerah yang tentunya memiliki tujuan untuk memperkenalkan daerah perbatasan Kabupaten Nunukan.
“Maka dengan adanya kegiatan ini kami mahasiswa Nunukan tentunya punya tujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya daerah kami di tanah rantau. karna dengan pelestarian budaya ini sangat penting dan wajib untuk kami lakukan, itu sebabnya kami mahasiswa daerah bertujuan untuk memperkenalkan daerah kami melalui Intimung Taka Berbudaya 3 ini” paparnya.
Selanjutnya sambung Fajri, selain dari pada itu, kami selaku mahasiswa daerah kini melaksanakan kegiatan yaitu “Intimung Taka Berbudaya 3” dengan tema “Daerahku Punya Cerita” dari tema tersebut kami menceritakan kisah suku asli tidung pesisir dan suku Dayak Agabag di Kabupaten Nunukan. di Gedung kesenian Gajayana Malang.
Kisah dari cerita ini sebut Fajri, ialah cerita yang pernah terjadi di adat suku tidung Pesisir dan Dayak Agabag di Nunukan yang di dalam adat istiadat suku itu sendiri memiliki hukum adat salah satunya, “Sumpah Bedolob”. Sumpah Bedelop ini adalah salah satu sumpah yang sangat sakral menurut warga sekitar dan menurut kepercayaan warga yang ada. Sehingga Ritual inilah yang sangat dijunjung tinggi disaat terjadi problematika di desa.
“Dari cerita ini kita dapat mengetahui siapa pelaku yang dapat merugikan seluruh warga desa tersebut, dengan melakukan ritual sumpah bedelop. Melalui suguhan cerita tersebut kita juga menampilkan beberapa tarian dari suku asli daerah perbatasan sebagai simbolis dan arti dari cerita rakyat suku asli yaitu tari mahadaya bumi, bejiu sapar, dan tarian tungkat yang dimana dari beberapa tarian ini masing-masing memilik pesan yang akan disampaikan kepada masyarakat yang ada di malang” terangnya.
Sementara itu, Ketua pelaksana Surianto mengucapkan sangat berterimakasih kepada Dr. saiman, M.Si selaku (Penasehat Ipman Malang) dan senior Ipman Malang serta pihak yang telah membantu kami dalam menyukseskan kegiatan ini baik materiil maupun non materiil, dan Alhamdulillah dari adanya kegiatan ini pihaknya dapat memperkenalkan budaya daerah kepada seluruh Mahasiswa yang ada di malang terkususnya organisasi daerah se-Malang Raya dengan jumlah 500 Mahasiswa yang telah hadir pada kegiatan kali ini.
“Meskipun kurangnya support dari pemerintah daerah namun Alhamdulillah kegiatan kami berjalan dengan lancar. Pesan kami mahasiswa daerah untuk daerah tercinta, kami tidak banyak keinginan, tapi kami butuh support atau kedatangan pemerintah daerah di kegiatan kami ini. Karna kami yakin dengan kegiatan ini kami dapat memperkenalkan daerah perbatasan Kabupaten Nunukan” ungkap Surianto, ketua pelaksana.
Surianto berseloroh, dengan adanya kegiatan rutinitas mereka yaitu Intimung Taka Berbudaya dengan berbagai macam penampilan cerita daerah hingga tarian daerah. Pihaknya tidak butuh lebih, mereka hanya butuh kedatangan Pemkab Nunukan dan melihat usaha serta kerja keras mahasiswa malang dalam berkarya.
“Kami tidak butuh apa-apa, kami hanya berharap pada kegiatan ajang promosi daerah ini pihak Pemerintah Daerah (Pemkab) Nunukan datang memberikan support dan saksikan sendiri usaha keras kami, itu yang kami minta. Karena dari setiap kegiatan Intimung Taka Berbudaya 1, 2 dan 3, pemerintah khususnya Bupati Nunukan, sulit untuk menghadiri kegiatan kami” tandasnya penuh kecewa (sgk/yd)