Ilustrasi

SUMENEP, limadetik.com – Menjelang hari raya Idul Fitri harga Elpiji 3 Kg mulai naik. Naiknya harga Elpiji karena meningkatnya permintaan. Seperti halnya harga Elpiji di Kacamatan/Pulau Masalembu, Sumenep, Jawa Timur, dua pekan sebelum lebaran sudah mulai ada kenaikan dibandingkan sebelumnya.

Meski pun tidak begitu signifikan, tapi cukup membuat warga khawatir harga semakin tinggi. Karena kini harga sudah mencapai Rp 28 ribu per tabung dari sebelumnya yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 25 ribu per tabung.

HET Elpiji 3 Kg di Sumenep berbeda setiap kecamatan. Tertinggi di Pulau/Kecamatan Masalembu yang mencapai Rp 25 ribu. Sedangkan terendah di semua kecamatan yang ada di daratan, yaitu Rp 16 ribu per tabung.

Baca Juga: Harga Elpiji 3 Kg di Pulau Masalembu Merangkak Naik

“HET tertinggi di Masalembu. Karena ada tambahan biaya distribusi Rp 9.000 per tabung,” kata Kepala Badan Energi dan Sumber Daya Alam (ESDA) Pemkab Sumenep, Abd. Kahir, Senin (20/5/2019).

Sedangkan di kecamatan lain yang ada di kepualauan, seperti di Kecamatan Sapeken Rp 24.500 per tabung, Kangayan dan Arjasa Rp 24.000 per tabung. Di Kecamatan Raas, Nonggunong dan Gayam HET-nya Rp 22.000. Kacamatan Giliginting Rp 21.000 dan kecamatan kepulauan terdekat dari daratan, yaitu Talango hanya Rp 17.500.

Baca Juga: Antisipasi Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Kepulauan, Pemkab Sumenep Tambah 60 Persen

“Harga Elpiji untuk kepulauan memang lebih mahal dari daratan. Karena ada biaya tambahan, seperti menaik turunkan dari perahu. Tapi itu sudah sesuai aturan,” tukas Kahir.

Diketahui, Sumenep terdiri dari 27 kecamatan. 9 kecamatan diantaranya berada di kepulauan. (hoki/dyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here