Bejat! Bapak di Kepulauan Sumenep Tega Tiduri Anak Kandung Hingga Sepuluh Kali

SUMENEP, Limadetik.com – Perbuatan seorang bapak inisial HS (46) warga Dusun Patapan, Desa/Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Sumenep, Jawa Timur, sungguh terlalu.

Baca: Bejat.! Ayah Tega Hamili Anak Kandung Sendiri

Pasalnya, HS yang seharusnya melindungi dan mengayomi anak kandungnya, justru memperlakukan tidak wajar. Ia tega meniduri anaknya yang berinisial NR (15). Parahnya lagi, perbuatan tidak layak ditiru ini dilakukan berkali kali.

Berikut videonya:

“Berdasarkan keterangan yang didapat, tersangka meniduri anak kandungnya hingga 10 kali,” kata Wakapolres Sumenep, Kompol Sutarno, Selasa (13/2/2018).

Motif tindak asusila ini karena tersangka merasakan sayang yang berlebihan terhadap anak yang sejak kecil hidup bersama neneknya. Sedangkan tersangka bertahun-tahun bekerja di Malaysia.

Baca: Seorang Ibu Kandung Tega Aniaya Anaknya hingga Tewas

Pengungkapan kasus ini berawal saat istri tersangka memberi tau bahwa anaknya pada, Selasa (6/2/2018) sekitar pukul 16.00 Wib, mengalami pelecehan seksual oleh pacar NR yang berinisial SP (17) warga Dusun Patapan, Desa/Kecamatan Kangayan. Kemudian tersanka melapor ke polsek setempat. Dalam laporan itu, disebutkan bahwa S berbuat cabul kepada NR dengan cara mengecup lehernya dan memeluknya. Sehingga menimbulkan bekas kecupan di leher korban.

Kemudian polisi melakuka penyidikan dan pengembangan kasus tersebut.Berdasarkan hasil visum dokter Puskesmas Kangayan didapatkan fakta baru, bahwa terdapat luka lecet di bagian kemaluan korban.

“Saat dilakukan pendalaman, luka di bagian kemaluan korban tersebut disebabkan oleh perbuatan bapak kandungnya sendiri yang sudah melakukannya secara berulang-ulang,” bebernya.

Sementara, kini tersangka SP karena masih dibawa umur, setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya dikembalikan kepada orang tuanya sambil lalu menunggu koordinasi dengan petugas Badan Pemasyarakatan (Bapas) Pamekasan.

Dalam kasus ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti (BB), yakni
pakaian tersangka SP dan HS, foto bekas kecupan merah di leher korban,
sarung warna biru dan sprei warna abu abu.

“Atas perbuatannya, tersangka melanggar Pasal 82 ayat 1 UU RI No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Perlindungan Anak,” tukasnya. (hoki/rud)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here