SKK Migas Jabanusa -TNI Perkuat Pengamanan Objek Vital Energi, Ancaman Siber hingga Sabotase Jadi Sorotan
LIMADETIK.COM, BALI – Pengamanan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) memasuki babak baru. Di tengah meningkatnya ancaman terhadap objek vital nasional, mulai dari sabotase, kejahatan lintas negara hingga serangan siber, SKK Migas memperkuat kolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna memastikan keberlangsungan produksi energi nasional.
Penguatan sinergi tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Kerja Kesekuritian 2026 yang digelar SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) di Badung, Bali.
Forum yang dihadiri jajaran SKK Migas, KKKS, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, serta sejumlah pemangku kepentingan itu memfokuskan pembahasan pada strategi menghadapi perubahan lanskap ancaman terhadap industri hulu migas yang dinilai semakin kompleks.
Salah satu hasil strategis rapat tersebut adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara SKK Migas dan TNI Angkatan Laut mengenai pengamanan fasilitas migas lepas pantai. Kesepakatan itu sekaligus memperkuat koordinasi pengamanan terhadap infrastruktur energi yang selama ini menjadi penopang produksi migas nasional.
Forum tersebut juga menyepakati implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 sebagai acuan tata kelola pengamanan sektor hulu migas yang lebih terintegrasi dengan melibatkan unsur pemerintah, aparat keamanan, dan pelaku industri.
Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jabanusa, Anggono Mahendrawan, mengatakan keamanan merupakan prasyarat utama dalam menjaga keberlanjutan operasi industri migas.
“Ketahanan energi hanya dapat diwujudkan apabila seluruh fasilitas hulu migas berada dalam kondisi aman dan operasionalnya terjamin. Kolaborasi dengan TNI merupakan langkah strategis untuk memastikan industri hulu migas tetap produktif, berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional,” katanya, Jumat (17/7/2026).
Dari sisi pertahanan, Paban VII/Kermater Sterad Mabes AD Kolonel Inf. Hipni Maulana F. menegaskan pengamanan objek vital nasional merupakan bagian dari dukungan TNI terhadap agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi.
Menurutnya, keamanan sektor energi tidak hanya berkaitan dengan perlindungan aset negara, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Tugas kami memastikan rantai pasok energi tetap berjalan tanpa gangguan. Ketika sektor energi aman, stabilitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat juga ikut terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Penasihat Ahli Kepala SKK Migas Bidang Kemaritiman Laksamana Muda TNI Retiono Kunto H. menilai ancaman terhadap instalasi migas di wilayah laut terus berkembang, sehingga membutuhkan sistem pengamanan yang tidak lagi mengandalkan patroli konvensional.
Menurutnya, penguatan teknologi pengawasan, peningkatan koordinasi lintas lembaga, serta pelibatan masyarakat pesisir menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan fasilitas migas lepas pantai.
Dalam kesempatan yang sama, Paban VI Binkuat Sopsal Mabesal Kolonel Laut Awang Bawono memetakan sejumlah potensi ancaman terhadap operasi hulu migas. Ancaman tersebut mencakup perompakan bersenjata, pencurian aset, sabotase, pencurian ikan di sekitar wilayah operasi, cuaca ekstrem, hingga ancaman nonkonvensional seperti terorisme maritim, gangguan terhadap infrastruktur bawah laut, dan serangan siber terhadap sistem operasi industri.
Menghadapi kondisi tersebut, TNI Angkatan Laut menyiapkan penguatan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah perairan nasional, termasuk kawasan strategis tempat beroperasinya industri hulu migas.
Melalui penguatan sinergi antara SKK Migas, TNI, dan para pemangku kepentingan, pemerintah berharap sistem pengamanan sektor hulu migas semakin adaptif terhadap berbagai bentuk ancaman. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi migas sekaligus memperkuat ketahanan energi sebagai salah satu fondasi utama pembangunan nasional.
Penulis : Nyoman
Editor : Wahyu








