KKN Internasional Indonesia-Malaysia, Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Sumenep Asah Kompetensi Global Lewat Pengabdian Masyarakat
LIMADETIK.COM, MALAYSIA – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STITA) Aqidah Usymuni Sumenep membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal batas negara. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Indonesia-Malaysia, para mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memperluas wawasan global melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan lembaga pendidikan di Malaysia.
Program KKN Internasional tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan teori yang dipelajari di kelas, tetapi juga dituntut mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan sosial dan pendidikan.
Berbagai program kerja dijalankan, mulai dari pendampingan di lembaga pendidikan, pelatihan literasi, hingga penguatan karakter generasi muda. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti pada tataran akademik, melainkan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah seorang peserta KKN Internasional, Moh. Syaiful Anwar, mengatakan program ini menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan teori akademik dengan realitas di lapangan.
“Melalui KKN Internasional, kami belajar memahami karakter masyarakat yang berbeda, membangun komunikasi lintas budaya, bekerja sama dengan berbagai pihak, hingga mencari solusi secara kreatif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya, Minggu (2/8/2026) di Malaysia melalui pesannya kepada media ini.
Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pembelajaran yang tidak selalu diperoleh di ruang perkuliahan, sekaligus membentuk kemampuan adaptasi dan kepemimpinan mahasiswa dalam menghadapi tantangan di lingkungan baru.
Selain menjalankan program pengabdian, mahasiswa juga memperoleh pengalaman berharga melalui interaksi dengan budaya, sistem pendidikan, dan tata kelola masyarakat Malaysia. Pengalaman itu memperkaya perspektif mereka dalam membandingkan konsep pendidikan yang dipelajari di Indonesia dengan praktik yang diterapkan di negara tetangga.
Dosen Pembimbing KKN Internasional, Zainol Kamal, M.Pd., menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari sejauh mana mahasiswa mampu mengintegrasikan teori akademik dengan praktik di lapangan.
“KKN Internasional diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan sosial, kepemimpinan, serta kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat nasional maupun global,” katanya.
Keberadaan mahasiswa juga mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Sejumlah program yang dijalankan dinilai mampu memberikan semangat baru, berbagi pengetahuan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Melalui KKN Internasional Indonesia-Malaysia, STITA Aqidah Usymuni Sumenep menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing global, kemampuan beradaptasi di tengah keberagaman budaya, serta semangat pengabdian yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penulis : Wahyu
Editor : Wandi











