KPM Internasional di Malaysia, Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Serap Inovasi Pembelajaran dan Perkuat Pertukaran Budaya

- Redaksi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Moh. Syaiful Anwar saat memberikan pembelajaran bagi para siswa di Malaysia

Moh. Syaiful Anwar saat memberikan pembelajaran bagi para siswa di Malaysia

KPM Internasional di Malaysia, Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Serap Inovasi Pembelajaran dan Perkuat Pertukaran Budaya

LIMADETIK.COM, MALAYSIA – Kegiatan belajar mengajar di Malaysia menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Internasional. Tidak hanya terlibat langsung dalam aktivitas pendidikan, para mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk mengamati sistem pembelajaran, berinteraksi dengan guru dan siswa, hingga mempelajari strategi pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah Malaysia.

Selama pelaksanaan program, mahasiswa mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas dengan mendampingi guru dalam menyampaikan materi. Mereka turut mengamati pola interaksi antara tenaga pendidik dan siswa, metode pengelolaan kelas, serta pemanfaatan teknologi dan media edukatif dalam mendukung proses belajar.

Salah satu peserta KPM Internasional, Moh. Syaiful Anwar, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung yang memperluas pemahaman mahasiswa mengenai praktik pendidikan di tingkat internasional.

BACA JUGA  KKN Internasional Indonesia-Malaysia, Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Sumenep Asah Kompetensi Global Lewat Pengabdian Masyarakat

“Selama mengikuti kegiatan belajar mengajar, kami melihat suasana pembelajaran berlangsung kondusif, tertib, dan interaktif. Guru memanfaatkan berbagai media, mulai dari presentasi, video edukatif hingga diskusi kelompok, sehingga siswa lebih mudah memahami materi,” ujarnya, Selasa (4/8/2026) dari Malaysia kepada media ini.

Pria yang akrab disapa Ipunk itu menambahkan, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menjadi salah satu karakter yang menonjol dalam proses pendidikan di Malaysia.

Menurutnya, siswa tidak hanya ditempatkan sebagai penerima materi, tetapi juga didorong untuk aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat, bekerja sama dalam kelompok, serta terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

“Pendekatan yang berpusat pada siswa membuat proses belajar lebih hidup. Siswa diberikan ruang untuk aktif, kreatif, dan berani menyampaikan gagasan,” ungkapnya.

Selain mengamati sistem pembelajaran, mahasiswa KPM Internasional juga memperkenalkan budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan edukatif. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk pengenalan budaya, permainan edukasi, serta diskusi mengenai keberagaman budaya Indonesia dan Malaysia.

BACA JUGA  KKN Internasional Indonesia-Malaysia, Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Sumenep Asah Kompetensi Global Lewat Pengabdian Masyarakat

Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Interaksi yang terbangun tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan, tetapi juga mempererat hubungan dan memperkuat rasa persaudaraan antara masyarakat Indonesia dan Malaysia.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya belajar mengenai sistem pendidikan di Malaysia, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Antusiasme siswa sangat baik dan terlihat adanya semangat untuk saling mengenal serta menghargai perbedaan,” kata Ipunk.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertukaran pengalaman antara mahasiswa Indonesia dengan para tenaga pendidik di Malaysia. Sejumlah guru memberikan masukan terkait strategi pembelajaran yang efektif, pengelolaan kelas, pembentukan karakter, hingga pemanfaatan teknologi dalam mendukung kegiatan belajar mengajar.

Dari hasil pengamatan dan interaksi selama kegiatan, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai sistem pendidikan Malaysia yang menekankan keseimbangan antara penguasaan akademik, pembentukan karakter, serta pengembangan keterampilan peserta didik.

BACA JUGA  KKN Internasional Indonesia-Malaysia, Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Sumenep Asah Kompetensi Global Lewat Pengabdian Masyarakat

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi pembelajaran setelah kembali ke Indonesia. Selain itu, program KPM Internasional juga dinilai mampu membuka peluang kerja sama pendidikan yang lebih luas antara Indonesia dan Malaysia.

Secara keseluruhan, kegiatan belajar mengajar di Malaysia memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta. Program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa, tetapi juga memperluas wawasan global, memperkuat kemampuan beradaptasi, serta menumbuhkan semangat untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Melalui pertukaran pengalaman lintas negara tersebut, mahasiswa diharapkan mampu membawa gagasan baru dan menerapkannya dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, sekaligus menjadi jembatan penguat hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Malaysia.

Facebook Comments Box

Penulis : Ulil

Editor : Wahyu

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKN Internasional Indonesia-Malaysia, Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Sumenep Asah Kompetensi Global Lewat Pengabdian Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:01 WIB

KPM Internasional di Malaysia, Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Serap Inovasi Pembelajaran dan Perkuat Pertukaran Budaya

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:11 WIB

KKN Internasional Indonesia-Malaysia, Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Sumenep Asah Kompetensi Global Lewat Pengabdian Masyarakat

Berita Terbaru

Penyerahan Medali pada juara Turnamen Futsal PPP

Bondowoso

Pemkab Bondowoso Apresiasi Turnamen Futsal PPP

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:51 WIB