Jalan Sumenep-Kalianget Rusak, Aktivitas Logistik Kepulauan Terancam

- Penulis

Senin, 14 September 2026 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jala Kalianget-Sumenep

Jala Kalianget-Sumenep

Jalan Sumenep-Kalianget Rusak, Aktivitas Logistik Kepulauan Terancam

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Dermaga di Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, menjadi salah satu jalur penting distribusi kebutuhan pokok menuju wilayah kepulauan. Hampir setiap hari, siang hingga malam, arus barang dan kebutuhan masyarakat kepulauan terus bergerak melalui kawasan tersebut.

Namun, akses menuju pusat aktivitas logistik itu justru menghadapi persoalan klasik: jalan nasional Sumenep-Kalianget yang dinilai terus dibiarkan rusak dan hanya ditangani dengan tambal sulam.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Sarkawi, pemerhati dari Brigade 571. Menurutnya, Kalianget Timur memiliki posisi strategis sebagai daerah transit antarpulau sehingga keberadaan dermaga di wilayah tersebut sangat berkaitan dengan kelancaran roda perekonomian masyarakat kepulauan.

“Kalau tidak ada dermaga di Desa Kalianget Timur, dengan sendirinya perekonomian kepulauan bisa lumpuh total,” ujar Sarkawi, Senin (14/9/2026).

Ia menilai, tingginya aktivitas distribusi barang melalui Kalianget seharusnya diimbangi dengan kondisi infrastruktur jalan yang memadai. Sebab, jalan Sumenep-Kalianget menjadi akses penting bagi kendaraan yang membawa barang maupun masyarakat menuju kawasan pelabuhan.

Ironisnya, kata dia, kondisi jalan tersebut justru masih ditemukan dalam keadaan berlubang. Situasi itu dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

“Sudah bertahun-tahun jalan Sumenep-Kalianget hanya dikerjakan dengan tambal sulam. Bahkan, pekerjaan di lapangan tidak semuanya dikerjakan,” ungkapnya.

Sarkawi juga mempertanyakan pola penanganan jalan yang menurutnya tidak menyelesaikan persoalan secara permanen. Ia menduga terdapat permainan dalam pola pekerjaan pemeliharaan jalan sehingga penanganan jalan tersebut terus dilakukan secara rutin setiap tahun.

Dugaan tersebut, kata dia, perlu ditindaklanjuti dan diperiksa oleh pihak berwenang agar tidak menimbulkan prasangka di tengah masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat hanya melihat jalan ditambal setiap tahun, tetapi kerusakan kembali muncul. Yang dibutuhkan masyarakat adalah jalan yang benar-benar layak dan aman,” tegasnya.

Menurut Sarkawi, pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam melihat kondisi tersebut. Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama DPRD dinilai perlu memperjuangkan kepentingan masyarakat agar ruas Sumenep-Kalianget mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah yang memiliki kewenangan terhadap jalan nasional.

Ia meminta perbaikan tidak lagi sekadar bersifat tambal sulam, melainkan dilakukan secara menyeluruh pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan.

“Pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, membutuhkan jalan yang aman. Jangan hanya tambal sulam setiap tahun,” katanya.

Sarkawi juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa agar memberikan perhatian terhadap kondisi ruas tersebut.

Menurutnya, jalan Sumenep-Kalianget layak diprioritaskan dalam program peningkatan infrastruktur karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat sekaligus distribusi kebutuhan pokok ke wilayah kepulauan.

“Harapannya jalan Sumenep-Kalianget bisa diprogramkan untuk diperbaiki secara total, bukan lagi sekadar tambal sulam,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Honor Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Tak Dibayar, DPMD Sumenep Turun Tangan
Tradisi Torbangan Kembali Digelar di Desa Torbang, Enam Dusun Adu Kreativitas
Rahman Kembali Pimpin KPP Sumenep, Terpilih Aklamasi Setelah Mubes Sempat Alot
Jangan Berhenti di Panggung Maulid! Kiai Abdul Wafi Minta Warga Buktikan Cinta kepada Rasul
Pernikahan Dini Jadi Sorotan, KKN UA dan PIK-R ‘Sentil’ 90 Santri di PP Hidayatul Ulum Ganding
Mubes Perdana KPP Sumenep Digelar, LPJ Pengurus Periode 2021-2026 Diterima Tanpa Syarat
Pendaftaran Ditutup, Puluhan Peserta Siap Bikin Sumenep Gempar Lewat MEC 2026
Prengki Wirananda Kantongi Sertifikasi UKW Utama, Ketua SMSI Sumenep Beri Apresiasi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 17:20 WIB

Honor Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Tak Dibayar, DPMD Sumenep Turun Tangan

Senin, 14 September 2026 - 16:35 WIB

Jalan Sumenep-Kalianget Rusak, Aktivitas Logistik Kepulauan Terancam

Minggu, 13 September 2026 - 13:43 WIB

Tradisi Torbangan Kembali Digelar di Desa Torbang, Enam Dusun Adu Kreativitas

Minggu, 13 September 2026 - 13:22 WIB

Rahman Kembali Pimpin KPP Sumenep, Terpilih Aklamasi Setelah Mubes Sempat Alot

Sabtu, 12 September 2026 - 21:32 WIB

Jangan Berhenti di Panggung Maulid! Kiai Abdul Wafi Minta Warga Buktikan Cinta kepada Rasul

Berita Terbaru

Anas Urbaningrum

Opini

Saran Ringan UU Politik “2029”

Senin, 14 Sep 2026 - 15:18 WIB