Tim Cara’de PPKO 2026 Dorong Pembudidaya Desa Tinggimae Produksi Pakan Ikan Mandiri
LIMADETIK.COM, GOWA — Ketergantungan pembudidaya ikan terhadap pakan komersial menjadi salah satu persoalan yang dapat menekan biaya produksi. Menjawab tantangan tersebut, Tim Cara’de Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian BEM KMF TP) Universitas Hasanuddin (UH) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) 2026 mendorong masyarakat Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, untuk mulai memproduksi pakan ikan secara mandiri.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Produksi Pakan Ikan Mandiri yang digelar di Kantor Desa Tinggimae, Jumat (14/8/2026). Kegiatan dimulai pukul 13.00 WITA dan menghadirkan Adi Nugraha S. Kasim sebagai narasumber.
Sebanyak 27 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari kelompok wanita tani (KWT), karang taruna, serta unsur aparat Desa Tinggimae.
Pelatihan tidak hanya diarahkan untuk memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan budidaya ikan.
Peserta diperkenalkan pada sejumlah aspek penting dalam pembuatan pakan, termasuk pemilihan bahan dan penyusunan formulasi sesuai kebutuhan ikan.
Adi Nugraha S. Kasim menekankan bahwa formulasi menjadi salah satu kunci dalam menghasilkan pakan yang sesuai dengan kebutuhan ikan.
“Kita harus mencari tahu betul-betul formulasi yang sesuai.” kata Adi Nugraha S. Kasim.
Menurutnya, kemampuan memproduksi pakan secara mandiri dapat menjadi bekal penting bagi pembudidaya untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengoptimalkan potensi bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Ia pun mengapresiasi inisiatif Tim Cara’de PPK Ormawa yang menghadirkan pelatihan tersebut sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi program pembuatan pakan ikan mandiri yang diinisiasi Tim Cara’de PPK Ormawa karena menjawab permasalahan yang ada di masyarakat. Semoga pelatihan hari ini menjadi bekal bagi pembudidaya agar bisa lebih mandiri dalam membuat pakan.” ungkapnya.
Program ini menjadi bagian dari upaya Tim Cara’de PPKO 2026 BEM KMF TP UH untuk menghadirkan pemberdayaan yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Transfer pengetahuan dan keterampilan diarahkan agar tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kemampuan produktif di tingkat desa.
Dengan penguasaan teknik formulasi dan produksi pakan, masyarakat Desa Tinggimae diharapkan memiliki alternatif dalam memenuhi kebutuhan pakan budidaya secara lebih mandiri. Potensi lokal pun dapat dioptimalkan untuk mendukung keberlanjutan usaha perikanan masyarakat.
Melalui kombinasi edukasi, inovasi, dan pemanfaatan sumber daya lokal, Tim Cara’de PPKO 2026 BEM KMF TP UH menargetkan tumbuhnya kapasitas masyarakat yang lebih kuat sekaligus mendorong kemandirian pembudidaya ikan di Desa Tinggimae.
Penulis : M.Agil
Editor : Wahyu











