EXPA Luncurkan Buku Perdana “Ruang Belajar Menjadi Manusia”, Antologi Kisah Perjalanan Pecinta Alam

- Penulis

Senin, 14 September 2026 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peluncuran Buku Perdana Ruang Belajar Menjadi Manusia oleh Expa

Peluncuran Buku Perdana Ruang Belajar Menjadi Manusia oleh Expa

EXPA Luncurkan Buku Perdana “Ruang Belajar Menjadi Manusia”, Antologi Kisah Perjalanan Pecinta Alam

LIMADETIK.COM, JAKARTA – Perhimpunan Pencinta Alam dan Lingkungan EXPA resmi meluncurkan buku perdana berjudul “EXPA Ruang Belajar Menjadi Manusia: Perjalanan Pecinta Alam” (RBMM) di Ruang Sasana Krida SMAN 8 Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Peluncuran buku tersebut berlangsung unik. Mock-up buku diturunkan dari wall climbing setinggi 15 meter oleh dua siswa SMAN 8 Jakarta yang tergabung dalam Putra-Putri Pencinta Alam (Puapala).

Aksi tersebut menjadi simbol bahwa gagasan dan cita-cita EXPA untuk menerbitkan buku, yang sebelumnya masih sebatas wacana, akhirnya berhasil diwujudkan menjadi sebuah karya.

Setelah prosesi peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan bedah buku yang diikuti sekitar 100 peserta. Hadir sejumlah tokoh senior pegiat pencinta alam, di antaranya Don Hasman, Heryus Saputro, “Ciwo” Siswoyo Adi, dan Krisna Purwana.

Turut hadir pula para ketua dan perwakilan komunitas pencinta alam dari berbagai daerah di Indonesia, seperti MAPALA UI, Kerabat Pencinta Alam (KPA), Federasi Mountaineering Indonesia (FMI), Sispala DKI Jakarta, Forum Pendaki Jabodetabek, Big Adventure Indonesia, KAPA UI, serta sejumlah komunitas lainnya.

Dalam sesi bedah buku, sejumlah tokoh memberikan tanggapan, di antaranya Prof. Wahyu Wibowo, jurnalis senior sekaligus guru besar filsafat bahasa; Agus Rusono, profesional trainer; Didiek Pranowo, trip creator; Don Hasman, jurnalis dan fotografer; serta Fariska, pegiat pencinta alam muda.

Buku tersebut melibatkan 27 penulis dengan tim redaksi yang terdiri dari Didot Mpu Diantoro, Endang Mariani, Raditya Padmawangaa, Sulistya Pribadi, dan Suradi.

Alam sebagai Ruang Belajar

Buku “Ruang Belajar Menjadi Manusia” tidak sekadar mendokumentasikan sejarah dan perjalanan EXPA. Buku ini juga merekam dinamika komunitas pencinta alam melalui berbagai kisah dan aktivitas di alam yang menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.

Pengalaman berada di alam dipotret sebagai proses pembelajaran yang mengajarkan banyak hal, mulai dari membangun karakter, mempererat persahabatan, hingga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Salah satu penulis sekaligus editor buku, Endang Mariani, yang juga bertindak sebagai moderator bedah buku, mengatakan peluncuran buku perdana ini diharapkan menjadi titik awal bagi EXPA untuk melahirkan karya-karya berikutnya.

Menurutnya, seri buku selanjutnya dapat diarahkan pada panduan teknis berkegiatan di alam, seperti susur gua, panjat tebing, panjat dinding, arung jeram, hingga penanganan bencana.

“Buku perdana EXPA ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan penerbitan seri buku tentang panduan teknis bagaimana cara melakukan kegiatan di alam. Karena banyak anggota EXPA yang memiliki prestasi dan keahlian seperti caving, rafting, wall climbing, rock climbing, hiking, mountaineering, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Dinilai Punya Nilai Filosofis

Apresiasi juga disampaikan Prof. Wahyu Wibowo, sastrawan, penyair, sekaligus guru besar dan pengajar Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional.

Dalam tanggapannya, Prof. Wahyu mengulas buku tersebut dari sisi filosofis, termasuk fenomena post-truth yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Don Hasman, jurnalis dan fotografer terkemuka yang juga anggota kehormatan MAPALA UI, mengaku bangga melihat lahirnya buku tersebut.

Ia menilai buku EXPA memiliki keistimewaan karena mendokumentasikan pengalaman para pegiat alam dari lingkungan sekolah hingga kemudian dituangkan menjadi sebuah karya.

“Saya bangga diundang dan bersyukur bahwa ternyata SMAN 8 para pegiat di alamnya itu mampu membuat terobosan yang sangat istimewa dan tekun secara konsisten sampai bisa menerbitkan buku. Semua pengalaman mereka yang mereka lakukan selama di Puapala itu dibukukan,” ujar Don usai acara bedah buku.

Menurut Don, buku tersebut menjadi sesuatu yang istimewa karena, sejauh yang ia ketahui, merupakan salah satu karya yang diterbitkan komunitas pencinta alam di lingkungan sekolah tingkat SMA.

“Sepengetahuan saya, ini buku pertama yang diterbitkan oleh komunitas pencinta alam sebuah sekolah (SMA). Mudah-mudahan bisa menjadi pegangan para pegiat di alam lainnya. Buku ini ditulis oleh orang-orang hebat,” katanya.

Alam dan Pembentukan Karakter

Apresiasi serupa disampaikan Umar Freudo, salah satu anggota Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) DKI Jakarta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut Umar, buku tersebut memiliki perspektif berbeda karena menghubungkan aktivitas pendakian dan mountaineering dengan proses pengembangan karakter manusia.

“Buku ini bagus banget karena memang enggak banyak yang bicara buku tentang mountaineering, pendakian dikaitkan dengan pengembangan karakter. Alam itu ruang belajar paling jujur,” kata Umar.

Ia menilai alam merupakan ruang belajar yang memungkinkan seseorang menemukan ketenangan, berpikir lebih jernih, serta membentuk perilaku yang lebih baik.

“Pantai itu menyenangkan, gunung itu menenangkan. Nah, buku ini saya lihat arahnya ke situ. Judulnya Ruang Belajar Menjadi Manusia, artinya manusia itu belajar mencari ketenangan. Dengan tenang dia bisa berpikir jernih, berperilaku dengan baik,” ujarnya.

Umar pun mengajak para pegiat pencinta alam untuk membaca buku tersebut karena dinilai memiliki perspektif yang berbeda dibandingkan buku-buku sejenis yang pernah dibacanya.

Tak Sekadar Arsip Perjalanan

Ketua EXPA, Darius Krisdanu, berharap buku perdana tersebut tidak berhenti sebagai arsip perjalanan organisasi.

Lebih dari itu, buku tersebut diharapkan menjadi sumber pengetahuan sekaligus inspirasi bagi para pencinta alam lintas generasi.

Buku “Ruang Belajar Menjadi Manusia” menjadi dokumentasi perjalanan EXPA dalam melihat alam bukan sekadar sebagai tempat untuk beraktivitas, tetapi juga sebagai guru dan ruang pembelajaran.

Nilai serta pengalaman yang diperoleh selama berkegiatan di alam turut membentuk karakter para anggota komunitas pencinta alam SMAN 8 Jakarta.

Bahkan setelah menyelesaikan pendidikan di bangku sekolah, keterikatan terhadap alam dan kepedulian terhadap lingkungan tetap menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Melalui buku ini, EXPA ingin menunjukkan bahwa perjalanan di alam pada akhirnya bukan hanya tentang mencapai puncak, menaklukkan medan, atau menyelesaikan sebuah ekspedisi.

Lebih jauh, alam menjadi ruang untuk belajar mengenal diri, membangun persahabatan, menjaga lingkungan, dan belajar menjadi manusia.

Facebook Comments Box

Penulis : Lasman Simanjuntak

Editor : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Catatan Prof.Dr.Wahyu Wibowo Tentang ‘Menjadi Manusia’ Dalam Bedah Buku RBMM
Bidik Ekosistem Umrah Terintegrasi, JARDY Travel Gandeng BPRS Harum Hikmahnugraha
Forum Komunitas Seni Gugat Pengukuhan 25 Anggota DKJ
Pokja Jaga Desa Dikukuhkan, SMSI Jatim Siap Jalankan Amanah
Kemendikdasmen Dorong SMSI Jatim Aktif Sosialisasikan Program Pendidikan ke Daerah
Dihadiri Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, 81 Penyair Indonesia Bicara Tentang Indonesia ‘Merdeka Katamu’
SMSI dan RRI Dorong Kolaborasi Media untuk Perkuat Kompetensi Jurnalis dan Jernihkan Informasi
Kredit UMKM Melambat, Achsanul Qosasi Dorong BI Perkuat Transmisi Kebijakan ke Tingkat Bawah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 11:35 WIB

Catatan Prof.Dr.Wahyu Wibowo Tentang ‘Menjadi Manusia’ Dalam Bedah Buku RBMM

Senin, 14 September 2026 - 11:26 WIB

EXPA Luncurkan Buku Perdana “Ruang Belajar Menjadi Manusia”, Antologi Kisah Perjalanan Pecinta Alam

Minggu, 13 September 2026 - 08:07 WIB

Bidik Ekosistem Umrah Terintegrasi, JARDY Travel Gandeng BPRS Harum Hikmahnugraha

Minggu, 6 September 2026 - 06:56 WIB

Forum Komunitas Seni Gugat Pengukuhan 25 Anggota DKJ

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Pokja Jaga Desa Dikukuhkan, SMSI Jatim Siap Jalankan Amanah

Berita Terbaru