Pemetaan Berbasis GIS, Tim 8 Ekspedisi Patriot Unair Tentukan Titik Sumur Bor di SP6

- Penulis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim 8 Ekspedisi Patriot Unair saat melakukan pemetaan berbasis GIS

Tim 8 Ekspedisi Patriot Unair saat melakukan pemetaan berbasis GIS

Pemetaan Berbasis GIS, Tim 8 Ekspedisi Patriot Unair Tentukan Titik Sumur Bor di SP6

LIMADETIK.COM, MANOKWARI – Bagi keluarga Ishak Krey di Kampung Bowi Subur, kawasan SP6, Kabupaten Manokwari, air bersih bukan perkara sederhana. Setiap hari mereka harus berjalan sekitar 350 meter menuju sungai di belakang rumah hanya untuk mendapatkan air yang digunakan untuk minum, memasak, dan mandi.

Pasalnya, air yang tersedia di sekitar rumah berwarna kuning dan dinilai tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut membuat akses terhadap air bersih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi warga setempat.

Persoalan itu kemudian menjadi perhatian Tim 8 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (Unair). Tim turun langsung ke permukiman warga untuk melakukan survei kesehatan air minum rumah tangga (SKAM RT) sekaligus pemetaan berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS).

Survei dilakukan dari rumah ke rumah. Lebih dari 100 rumah warga telah dipetakan untuk mengetahui sumber air yang digunakan masing-masing keluarga, mulai dari sungai, air hujan, sumur gali, hingga sumur bor dangkal maupun sumur bor dalam.

Data hasil pemetaan tersebut menjadi dasar bagi tim dalam menentukan lokasi pembangunan sumur bor. Penentuan titik tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat serta kondisi wilayah.

Selain aspek teknis, tim juga melakukan komunikasi dan musyawarah dengan kepala kampung. Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan fasilitas air bersih dapat diterima masyarakat dan tidak menimbulkan persoalan sosial di kemudian hari.

Salah satu titik yang dipilih kini telah memasuki proses pengeboran dengan kedalaman lebih dari 10 meter. Pengeboran ditargetkan mencapai kedalaman sekitar 40 hingga 50 meter dengan harapan dapat menemukan sumber air yang memungkinkan air mengalir secara artesis sehingga tidak bergantung pada pompa.

Bagi Ishak Krey dan keluarganya, keberadaan sumur bor tersebut bukan sekadar memberikan kemudahan mendapatkan air. Fasilitas itu juga berpotensi meningkatkan kebersihan dan kenyamanan aktivitas warga di sekitar kawasan tersebut.

“Saya sekeluarga merasa terbantu dengan adanya sumur bor karena di sini airnya kuning dan harus mengambil sungai di belakang untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Ishak.

Menurut dia, keberadaan air bersih juga akan membantu warga menyediakan fasilitas sanitasi, khususnya bagi para petani yang beraktivitas di sekitar lokasi.

“Dengan adanya air kami juga bisa menyediakan kamar mandi untuk petani yang biasanya menyelep padi di belakang rumah, jadi tidak bingung kalau harus BAB/BAK, tidak perlu lari ke kali lagi,” katanya.

Pemetaan 13 Jalur Permukiman

Ketua Tim 8 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga, Dr. Sudarmaji, S.KM., M.KM., mengatakan pemetaan dilakukan sebagai bagian dari upaya memperoleh gambaran kondisi wilayah secara lebih akurat.

Menurutnya, survei dan pemetaan telah dimulai sejak 7 Agustus 2026 dan akan berlangsung selama kurang lebih 42 hari. Pemetaan diarahkan untuk mencakup seluruh wilayah kampung, termasuk 13 jalur permukiman yang berada di kawasan SP6.

“Kegiatan survei dan pemetaan telah dilaksanakan sejak tanggal 7 Agustus 2026 dan akan terus berlanjut selama kurang lebih 42 hari ke depan dengan target pemetaan seluruh wilayah kampung, termasuk 13 jalur pemukiman di SP6,” terang Sudarmaji.

Ia menjelaskan, seluruh proses pemetaan dilakukan secara mandiri oleh anggota tim dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG).

“Pemetaan seluruhnya dilakukan secara mandiri oleh anggota tim menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG),” imbuhnya.

Dengan pendekatan tersebut, tim tidak hanya mengidentifikasi sumber air yang digunakan masyarakat, tetapi juga memperoleh gambaran spasial mengenai persebaran kebutuhan air bersih di wilayah SP6.

Data tersebut menjadi penting dalam menentukan prioritas pembangunan sarana air bersih agar intervensi yang dilakukan benar-benar menyasar wilayah dan kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Sejalan dengan Pemerataan Akses Air

Upaya penyediaan sumber air bagi masyarakat pelosok tersebut juga sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pemerataan akses air bersih di berbagai wilayah Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (14/8/2026), menyampaikan pembangunan ribuan titik air desa oleh TNI.

“Tahun ini, di 8 bulan pertama tahun 2026, sudah 3.000 titik air desa yang dibangun oleh TNI,” kata Prabowo.

Di SP6, pendekatan yang dilakukan Tim 8 Ekspedisi Patriot Unair menempatkan pemetaan sebagai bagian penting sebelum pembangunan dilakukan. Dengan data berbasis GIS, kebutuhan air bersih warga dipetakan terlebih dahulu sehingga penentuan titik sumur bor dapat dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Bagi warga seperti keluarga Ishak Krey, hasil akhirnya sederhana tetapi sangat berarti: tidak lagi harus berjalan ratusan meter ke sungai hanya untuk mendapatkan air bagi kebutuhan sehari-hari.

Facebook Comments Box

Penulis : Andika

Editor : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Pemetaan Berbasis GIS, Tim 8 Ekspedisi Patriot Unair Tentukan Titik Sumur Bor di SP6

Berita Terbaru

Noris Soleh

Opini

Sudut Pandang Dinamika Perkembangan Pendidikan

Kamis, 1 Okt 2026 - 22:41 WIB