Rokok Makayasa Tancap Gas, Perluas Jaringan Pasar dari Madiun hingga Batam

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rokok Makayasa Tancap Gas, Perluas Jaringan Pasar dari Madiun hingga Batam

LIMADETIK.COM, SUMENEP — Rokok Makayasa di bawah naungan PT Mahaputra Nusantara terus memperluas jaringan pemasarannya. Tak hanya memperkuat pasar di Jawa Timur, produk rokok tersebut kini mulai membidik sejumlah wilayah baru hingga luar Pulau Jawa.

Di Jawa Timur, ekspansi pemasaran difokuskan pada kawasan Pawitandirogo, meliputi Kabupaten Madiun, Pacitan, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo. Kabupaten Madiun diproyeksikan menjadi hub sekaligus pusat komando distribusi untuk menggarap pasar baru di kawasan tersebut.

Langkah ekspansi tidak berhenti di Jawa Timur. PT Mahaputra Nusantara juga mulai membuka jalur pemasaran ke luar Pulau Jawa dengan menyasar Batam dan sejumlah wilayah di Kepulauan Riau.

Strategi tersebut dilakukan dengan membangun jaringan penjualan baru melalui warung dan toko ritel yang tersebar di wilayah sasaran.

Baca Juga  Tradisi Torbangan Kembali Digelar di Desa Torbang, Enam Dusun Adu Kreativitas

Hingga saat ini, jaringan pasar baru Rokok Makayasa telah mencatat sekitar 300 warung dan toko ritel sebagai titik penjualan awal.

Manajemen pun memasang target penjualan yang terukur. Pada tahap awal, setiap warung atau toko ritel ditargetkan mampu menjual sekitar tiga pres rokok selama bulan pertama.

CEO Rokok Makayasa, H. Supriyadi, yang akrab disapa H. Adi, mengatakan target tersebut sengaja ditetapkan secara realistis. Menurutnya, pembukaan pasar baru membutuhkan proses dan tidak bisa dilakukan dengan memaksakan target penjualan sejak awal.

“Untuk pembukaan pasar baru ini, targetnya tidak muluk-muluk. Cukup tiga pres setiap warung atau toko ritel selama satu bulan pertama,” ujar H. Adi, Rabu (9/9/2026).

Ia menjelaskan, penetapan target tersebut juga mempertimbangkan kesiapan sales maupun promotor yang baru dibentuk untuk menggarap wilayah pemasaran baru.

Baca Juga  Baznas Sumenep Jangkau Kepulauan Sapeken, Dua Warga Pagerungan Kecil Terima Bantuan RTLH

Menurutnya, target yang terlalu tinggi justru berpotensi memberikan tekanan kepada tim pemasaran yang masih dalam tahap membangun jaringan.

“Jangan sampai target yang terlalu besar justru memberatkan sales atau promotor yang baru dibentuk,” katanya.

H. Adi menegaskan, fase awal ekspansi bukan semata-mata mengejar volume penjualan. Tahap tersebut lebih diarahkan untuk membangun jaringan, memperkenalkan produk kepada konsumen, sekaligus memetakan karakter pasar di masing-masing daerah.

Dengan pola tersebut, perusahaan berharap sales dan promotor dapat bekerja secara optimal tanpa dibebani target yang berlebihan.

“Dengan target yang terukur, perusahaan berharap sales dan promotor dapat bekerja lebih optimal tanpa tekanan pencapaian penjualan yang berlebihan,” ungkapnya.

Setelah jaringan baru berjalan, manajemen akan melakukan evaluasi terhadap capaian penjualan sekaligus melihat respons konsumen di masing-masing wilayah.

Baca Juga  HUT ke-81 RI di Sumenep, ASN Bakal Berkain Adat, Bupati Fauzi : Bhinneka Tunggal Ika Mempersatukan Bangsa

Hasil evaluasi itu nantinya menjadi dasar perusahaan dalam menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan memperluas jaringan distribusi maupun meningkatkan target penjualan.

Ekspansi ke Madiun, Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo hingga Batam dan Kepulauan Riau diharapkan menjadi pijakan awal bagi Rokok Makayasa untuk memperluas penetrasi pasar secara lebih luas.

Bagi PT Mahaputra Nusantara, pertumbuhan jaringan ritel tidak hanya diukur dari banyaknya titik penjualan. Kesiapan distribusi, kemampuan sales dan promotor, serta keberlanjutan jaringan menjadi bagian penting dari strategi ekspansi.

Dengan pendekatan tersebut, pembukaan pasar baru Rokok Makayasa diarahkan bukan sekadar mengejar penjualan dalam jangka pendek, tetapi membangun jaringan pemasaran yang kuat dan berkelanjutan di berbagai wilayah.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Banjari Piala DRT The Big Family Meriahkan Hari Santri, Gus Khoiron Siap Hadir di Rubaru
Diskominfo Sumenep Bekali Siswa Cegah Penipuan Digital Lewat Gerakan “Jeda Sebelum Klik”
Ketua DPRD Sumenep Soroti Etika Politik Alumni Pesantren: Jangan Sampai Salah Jadi Teladan
Sumenep Sahkan APBD 2027 Rp2,26 Triliun, Pengawasan Anggaran Jadi Tantangan
Raperda Dana Cadangan Pilkada 2029 Disepakati, Pemkab dan DPRD Sumenep Teken Persetujuan Bersama
Pimpin Apel Hari Santri 2026, Bupati Sumenep Tekankan Pentingnya Ilmu dan Akhlak
Belum Dipanggil Kedua, Bendahara Desa Pagerungan Besar Datangi DPMD Sumenep, Janji Lunasi Tunggakan Gaji Rp202 Juta
Anggota Polsek Gapura yang Diduga Terima Uang Rp100 Juta Diperiksa Propam Polresta Sumenep
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Festival Banjari Piala DRT The Big Family Meriahkan Hari Santri, Gus Khoiron Siap Hadir di Rubaru

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Diskominfo Sumenep Bekali Siswa Cegah Penipuan Digital Lewat Gerakan “Jeda Sebelum Klik”

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Ketua DPRD Sumenep Soroti Etika Politik Alumni Pesantren: Jangan Sampai Salah Jadi Teladan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Sumenep Sahkan APBD 2027 Rp2,26 Triliun, Pengawasan Anggaran Jadi Tantangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Raperda Dana Cadangan Pilkada 2029 Disepakati, Pemkab dan DPRD Sumenep Teken Persetujuan Bersama

Berita Terbaru