Tingkatkan Mutu Pendidikan Kepulauan, SKK Migas–KEI Bekali Guru dengan Kompetensi Digital

- Penulis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan pelatihan Kompetensi Digital Guru non-PNS di Pagerungan Besar

Kegiatan pelatihan Kompetensi Digital Guru non-PNS di Pagerungan Besar

Tingkatkan Mutu Pendidikan Kepulauan, SKK Migas–KEI Bekali Guru dengan Kompetensi Digital

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Peningkatan kompetensi guru non-PNS di wilayah kepulauan menjadi fokus SKK Migas–Kangean Energy Indonesia (KEI) melalui pelatihan digitalisasi pembelajaran berbasis kondisi lokal. Program ini menyasar guru di Pagerungan Besar dan Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, agar mampu menyusun bahan ajar yang relevan dengan lingkungan dan kebutuhan peserta didik.

Pelatihan bertajuk Program GEMILANG (Gerakan Meningkatkan Ilmu dan Keterampilan Guru) tersebut berlangsung di Pagerungan Besar pada 13–15 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) SKK Migas–KEI Tahun 2026.

Dosen Universitas PGRI (UPI) Sumenep, Syaiful Bahri, selaku narasumber, menjelaskan bahwa pelatihan difokuskan pada penguatan pemahaman guru terhadap digitalisasi pembelajaran, mulai dari perubahan paradigma pendidikan hingga penyusunan bahan ajar berbasis etnopedagogi.

Melalui pendekatan tersebut, guru didorong untuk mengintegrasikan kondisi sosial, budaya, dan lingkungan setempat ke dalam materi pembelajaran. Dengan demikian, bahan ajar tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik di Pagerungan Besar dan Pagerungan Kecil.

Baca Juga  Industri Rokok Diminta Utamakan Tembakau Sumenep, PPR: Uang Harus Berputar di Daerah

“Harapannya, guru dapat menerapkan explaining building the context, sehingga memberikan pemahaman sesuai dengan konteksnya,” ujar Syaiful.

Pelatihan berlanjut pada penyusunan perencanaan pembelajaran dalam bentuk modul ajar atau Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM), hingga penyusunan asesmen. Tahapan ini diharapkan membantu guru menerapkan hasil pelatihan secara langsung dalam proses belajar mengajar.

Menurut Syaiful, materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan guru di wilayah kepulauan, terutama untuk memperkuat pemahaman dasar mengenai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

“Para guru butuh treatment untuk mendapatkan fundamental knowledge tentang digitalisasi pembelajaran,” katanya.

Manfaat pelatihan juga dirasakan peserta. Misbahus Zaman, guru SMAI Hubaibah, mengaku memperoleh tambahan pengetahuan yang dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan pendampingan terhadap peserta didik.

Baca Juga  Diduga Tertipu Oknum Polisi, Warga Sumenep Lapor ke Polresta: Rp100 Juta Raib dengan Janji Ringankan Hukuman Suami

Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan agar peningkatan kompetensi guru di wilayah kepulauan berlangsung secara berkelanjutan.

“Semoga ke depan kegiatan ini terus dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru di kepulauan,” ujarnya.

Dukungan terhadap program tersebut disertai harapan agar pelatihan tidak berhenti pada kegiatan sesaat. Tenaga Ahli Bupati Sumenep, Prof. Mohammad Ali Al-Humaidy, menilai inisiatif SKK Migas–KEI merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan.

Namun, ia menekankan pentingnya tindak lanjut yang konkret agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para guru dan masyarakat.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak semata-mata seremonial, namun benar-benar ditindaklanjuti dengan program-program yang lebih konkret,” tegasnya.

Ia mengusulkan agar hasil pelatihan ditindaklanjuti melalui diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD). Forum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memetakan kendala yang dihadapi guru sekaligus merumuskan solusi bersama masyarakat dan pihak terkait.

Baca Juga  Tak Perlu Pindah-Pindah Poli, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Hadirkan Poli Terpadu, Berobat Kini Lebih Mudah

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Abd. Wasid, menegaskan bahwa guru memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pendidikan dan kemajuan bangsa.

Ia juga mendorong agar pelatihan dikembangkan ke materi yang lebih relevan dengan perkembangan teknologi, termasuk pembuatan media pembelajaran digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

“Ini adalah kebutuhan guru terkini. Ini bisa terus dilanjutkan,” ujarnya.

Melalui Program GEMILANG, peningkatan kompetensi guru di wilayah kepulauan diharapkan tidak hanya berhenti pada penguasaan teknologi, tetapi juga mendorong lahirnya pembelajaran yang kontekstual, adaptif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.

“Keberlanjutan program menjadi penting agar pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan benar-benar diterapkan di ruang kelas” pungkas Abd. Wasid.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zahra, Siswi MAN Sumenep Juara 1 Poster Nasional 2026, Seluruh Podium Diborong Pelajar Sumenep
Mutiara Putri Siswa SDN Barkot 1 Pamekasan Sabet Prestasi Modeling, Siap Tampil di Grand Final Putri Citra Indonesia Jatim
HIMA PPKn UNY dan UPGRIS Perkuat Kolaborasi, Bahas Loyalitas Kewarganegaraan di Era Digital
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Tingkatkan Mutu Pendidikan Kepulauan, SKK Migas–KEI Bekali Guru dengan Kompetensi Digital

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Mutiara Putri Siswa SDN Barkot 1 Pamekasan Sabet Prestasi Modeling, Siap Tampil di Grand Final Putri Citra Indonesia Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:27 WIB

HIMA PPKn UNY dan UPGRIS Perkuat Kolaborasi, Bahas Loyalitas Kewarganegaraan di Era Digital

Berita Terbaru