Kecewa AF Sport Dihentikan, Hamsuri: Jangan Hukum Tim yang Tidak Bersalah!

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim U17 Kecamatan Sapeken

Tim U17 Kecamatan Sapeken

Kecewa AF Sport Dihentikan, Hamsuri: Jangan Hukum Tim yang Tidak Bersalah!

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Penghentian pertandingan sepak bola U-17 antar Kecamatan dalam turnamen AF Sport menuai kekecewaan dari tokoh Kecamatan Sapeken, Hamsuri. Ia menilai keputusan panitia menghentikan seluruh pertandingan tidak adil bagi tim-tim yang tidak terlibat dalam insiden kericuhan yang terjadi sebelumnya.

Kekecewaan Hamsuri mencuat setelah dirinya menerima informasi dari tim pelatih Kecamatan Sapeken bahwa panitia AF Sport telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada masing-masing tim kecamatan terkait penghentian pertandingan.

Padahal, pada Rabu (21/10/2026), seharusnya berlangsung laga yang dinantikan, yakni derby antara Kecamatan Sapeken melawan Kecamatan Arjasa.

Baca Juga  Pengisian Pertalite Pakai Jeriken di Dalam Avanza Soroti Pelayanan SPBU Kolor Sumenep

Menurut Hamsuri, keputusan tersebut sangat disayangkan karena tim-tim yang tidak melakukan pelanggaran justru harus menerima konsekuensi yang sama. Ia menilai panitia semestinya mengambil langkah yang lebih proporsional dengan menindak pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Seharusnya yang ditindak adalah tim atau pihak yang memang melakukan kesalahan. Jangan sampai kecamatan lain yang tidak terlibat justru ikut dirugikan,” demikian inti keberatan Hamsuri terhadap keputusan penghentian turnamen tersebut.

Penghentian pertandingan itu diduga berkaitan dengan insiden kericuhan yang terjadi pada Selasa (20/10/2026), saat pertandingan antara tim Kecamatan Ambunten dan Kecamatan Pulau Masalembu berakhir dengan aksi adu jotos. Kericuhan tersebut disebut-sebut dipicu kesalahpahaman yang melibatkan keputusan wasit.

Baca Juga  Strategi DPMPTSP Sumenep Efektif, Pelaporan Investasi Naik Puluhan Miliar Hanya dalam Dua Hari

Bagi Hamsuri, insiden yang melibatkan dua tim tidak semestinya menjadi alasan untuk menghentikan seluruh rangkaian pertandingan, terlebih jika masih terdapat tim lain yang siap bertanding dan tidak memiliki keterkaitan dengan kericuhan tersebut.

Ia menilai, penegakan disiplin dalam kompetisi olahraga harus dilakukan secara tegas, tetapi tetap mengedepankan prinsip keadilan.

“Sanksi seharusnya diberikan berdasarkan pelanggaran yang terbukti dilakukan, bukan diberlakukan secara menyeluruh hingga merugikan tim-tim lain” tandasnya.

Selain berpotensi mengecewakan para pemain, penghentian pertandingan juga dapat memupus harapan pelajar yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Baca Juga  Pemkab Sumenep Jadikan Harkopnas Momentum Perkuat Koperasi Menuju Ekonomi Berdaya Saing

“Padahal, turnamen sepak bola antar Kecamatan ini menjadi salah satu wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan bakat, menjunjung sportivitas, serta mempererat persaudaraan antardaerah” ungkap Hamsuri.

Karena itu lanjut Hamsuri, keputusan panitia AF Sport diharapkan dapat dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh peserta.

“Panitia juga perlu menjelaskan dasar penghentian pertandingan serta langkah penyelesaian yang akan diambil terhadap insiden kericuhan tersebut” pungkasnya.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak panitia AF Sport mengenai alasan lengkap penghentian turnamen maupun kemungkinan kelanjutan pertandingan antara Kecamatan Sapeken dan Kecamatan Arjasa.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Kecewa AF Sport Dihentikan, Hamsuri: Jangan Hukum Tim yang Tidak Bersalah!

Berita Terbaru