JAKARTA, Limadetik.com  — Ahli Digital Forensik mengatakan 7,5 miliar data pribadi masyarakat telah bocor di seluruh dunia. Ratusan juta data pribadi yang telah teridentifikasi merupakan milik masyarakat Indonesia.

CEO Digital Forensic Indonesia Ruby Alamsyah mengatakan dirinya menemukan 7,5 miliar data pribadi telah dijual di dark web dan deep web.

“7,5 miliar data pengguna di seluruh dunia telah bocor. Instansi kami telah memegang 5,5 miliar data untuk kepentingan riset. Dan ratusan juta yang telah teridentifikasi merupakan milik Indonesia,” kata Ruby saat diskusi Perlindungan Data Pribadi (PDP) di kantor Badan Siber Sandi Negara, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2019).

Ruby mengatakan pihak ketiga yang berkaitan dengan instansinya membeli data pribadi untuk riset bersama BSSN. Hal ini untuk mengidentifikasi sumber kebocoran data hingga penyebab kebocoran data.

“Lalu data-data apa saja yang kita memberikan laporan kepada instansi pemerintah maupun pihak-pihak yang bocor itu agar mereka ke depannya bisa lebih baik lagi,” kata Ruby.

Ruby mengatakan beberapa data dari 7,5 miliar tersebut merupakan data yang telah disimpan sejak sekitar tahun 2004. Dan ada juga beberapa data yang telah bocor sejak 2017.

“Datanya ada yang sejak tahun 2017, ada yang sejak 2004. Isinya macam-macam, mulai dari nama, alamat, tempat dan tanggal lahir, email, nomor ponsel, password yang dienkripsi, hingga alamat IP,” kata Ruby.

Ruby mengatakan salah satu kebocoran data dialami oleh salah satu e-commerce berstatus Unicorn di Indonesia. Ia mengatakan ada belasan juga data yang bocor akibat e-commerce ini.”Yang miris adalah data e-commerce Indonesia ada yang bocor. Dan itu sudah berstatus Unicorn,” ujar Ruby.

 

 

 

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here