Korban Kebakaran Kapal Jadi Prioritas, Pemkab Sumenep Siagakan Seluruh Unsur
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menetapkan status siaga tanggap darurat selama tujuh hari menyusul musibah kebakaran kapal yang menimbulkan korban. Keputusan itu diambil setelah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi untuk mempercepat penanganan korban dan memperkuat koordinasi lintas instansi, Senin (3/8/2026).
Rapat yang dipimpin Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim di Pendopo Agung Keraton Sumenep dihadiri unsur Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Dinas Sosial, tenaga kesehatan, serta organisasi perangkat daerah terkait. Pertemuan tersebut membahas langkah penanganan darurat, proses evakuasi, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan, hingga kesiapsiagaan seluruh unsur selama masa tanggap darurat.
Dalam arahannya, Imam Hasyim menegaskan keselamatan korban menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Seluruh instansi diminta bekerja secara terpadu agar penanganan berlangsung cepat dan tidak ada korban yang terabaikan.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Seluruh unsur harus bergerak cepat, bekerja sama, dan memastikan setiap korban memperoleh pelayanan terbaik tanpa ada yang terabaikan,” kata Imam Hasyim.
Ia juga mengapresiasi kerja cepat seluruh unsur yang terlibat sejak awal kejadian. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan relawan menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan di lapangan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa. Respons cepat ini menjadi bukti negara hadir bagi masyarakat saat menghadapi musibah,” ujarnya.
Usai rapat, Wakil Bupati bersama jajaran Forkopimda meninjau Posko Tanggap Darurat di Pelabuhan Kalianget untuk memastikan proses evakuasi, pendataan korban, distribusi logistik, dan koordinasi antarpetugas berjalan sesuai prosedur. Pada kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan kepada korban dan keluarga sebagai bentuk dukungan kemanusiaan.
Rombongan kemudian mengunjungi Rumah Sakit Islam Kalianget untuk melihat langsung kondisi korban yang masih menjalani perawatan. Imam Hasyim berdialog dengan tenaga medis serta memastikan pelayanan kesehatan bagi seluruh pasien berjalan optimal.
Berdasarkan data sementara, musibah tersebut mengakibatkan sembilan korban. Lima korban telah dirujuk ke rumah sakit di Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan, sedangkan empat korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Islam Kalianget.
Pemkab Sumenep memastikan seluruh unsur terkait tetap bersiaga selama tujuh hari ke depan guna mengantisipasi perkembangan situasi sekaligus menjamin kebutuhan korban, baik pelayanan kesehatan maupun bantuan kemanusiaan, dapat terpenuhi.
“Saya meminta seluruh tim tetap siaga selama tujuh hari ke depan. Pastikan setiap korban mendapatkan pelayanan terbaik hingga seluruh proses penanganan selesai dan kondisi benar-benar aman,” tegas Imam Hasyim.
Pemerintah Kabupaten Sumenep menyatakan koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan selama masa tanggap darurat untuk memastikan proses penanganan korban berjalan efektif sekaligus mempercepat pemulihan pascakejadian.
Penulis : Wahyu
Editor : Wandi











