“Merdeka?” Karangan Bunga BEM SI Jatim Jadi Tamparan Keras di Depan Grahadi

- Redaksi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karangan bunga BEM SI Kerakyatan Jatim di Depan Grahadi

Karangan bunga BEM SI Kerakyatan Jatim di Depan Grahadi

“Merdeka?” Karangan Bunga BEM SI Jatim Jadi Tamparan Keras di Depan Grahadi

LIMADETIK.COM, SURABAYA — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jawa Timur mendapat warna berbeda. Di tengah semarak perayaan kemerdekaan, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan Jawa Timur justru mengirimkan pesan kritik ke Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Sebuah karangan bunga dikirim dengan tulisan mencolok: “AGUSTUS KELAM, JATIM MELAWAN — 81 Merdeka, Kami Menyaksikan Keadilan Terluka, Demokrasi Tercela. Merdeka?”

Pesan itu bukan sekadar ucapan peringatan kemerdekaan. BEM SI Kerakyatan Jatim menjadikannya sebagai simbol kritik terhadap sejumlah persoalan yang dinilai masih belum tuntas, terutama menyangkut keadilan, demokrasi, kebebasan menyampaikan pendapat, kesejahteraan rakyat, hingga akuntabilitas aparat.

Koordinator Wilayah BEM SI Kerakyatan Jawa Timur, Moh. Iskil El Fatih, mengatakan momentum 81 tahun kemerdekaan seharusnya tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang sejarah, tetapi juga menjadi kesempatan mengevaluasi kondisi demokrasi dan keadilan yang dirasakan masyarakat.

“Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, tetapi kami masih melihat rakyat yang harus berjuang untuk mendapatkan keadilan. Kalau suara rakyat diabaikan, kalau kekerasan tidak diselesaikan, dan kalau tuntutan masyarakat hanya berhenti menjadi catatan, lalu kemerdekaan itu sebenarnya milik siapa?” ujar Iskil, Minggu (16/8/2026) malam.

BACA JUGA  Dari Malang hingga Trenggalek, Jejak Karier AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya yang Sarat Prestasi

Menurutnya, pesan “Agustus Kelam” yang kembali disuarakan mahasiswa berkaitan dengan rangkaian peristiwa pada Agustus tahun sebelumnya. Saat itu, muncul tuntutan 18+7, gelombang aksi mahasiswa, serta berbagai persoalan yang menurut kelompok mahasiswa meninggalkan luka dan belum sepenuhnya mendapatkan jawaban.

“Satu tahun lalu kita menyaksikan Agustus yang kelam. Tuntutan 18+7 lahir dari keresahan masyarakat, mahasiswa turun ke jalan, dan kita juga menyaksikan tindakan represif yang meninggalkan luka,” tegasnya.

Iskil menekankan, pengiriman karangan bunga ke Grahadi bukan sekadar aksi simbolik. Bagi mahasiswa, pesan tersebut merupakan pengingat agar pemerintah dan institusi penegak hukum tidak menganggap berbagai kritik publik sebagai angin lalu.

“Hari ini kami kembali mengingatnya bukan untuk hidup dalam masa lalu, tetapi karena ada persoalan yang belum selesai dan pertanyaan yang belum mendapatkan jawaban,” katanya.

BACA JUGA  Ratusan Jemaah Haji Trenggalek Tiba dengan Selamat, Suasana Haru Warnai Penyambutan di Pendopo Manggala Praja Nugraha

Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun institusi penegak hukum, termasuk Polda Jawa Timur, membuka ruang evaluasi terhadap berbagai kebijakan dan tindakan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kami tidak sedang mencari musuh. Kami sedang mencari keadilan. Pemerintah punya kewajiban menjelaskan kebijakannya kepada rakyat, aparat punya kewajiban mempertanggungjawabkan tindakannya kepada publik,” ujar Iskil.

Menurut dia, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai kelompok yang mengawal jalannya demokrasi. Kritik, kata Iskil, bukan bentuk permusuhan terhadap pemerintah, melainkan bagian dari kontrol sosial agar kekuasaan tetap berjalan dalam koridor kepentingan rakyat.

“Mahasiswa punya kewajiban untuk terus mengingatkan ketika kewajiban itu tidak dijalankan,” imbuhnya.

Tak Ingin Kritik Berhenti di Karangan Bunga

Pengiriman karangan bunga tersebut sekaligus menjadi penanda awal langkah BEM SI Kerakyatan Jawa Timur periode 2026–2027 untuk memperkuat kembali konsolidasi gerakan mahasiswa.

BACA JUGA  Pererat Silaturahmi dengan Kejati, SMSI Jatim Support Program Jaksa Jaga Desa

Iskil memastikan gerakan tersebut tidak berhenti pada aksi simbolik atau momentum peringatan kemerdekaan. Berbagai persoalan publik di Jawa Timur akan terus menjadi perhatian dan bahan advokasi mahasiswa.

Ia menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap memiliki keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

“Dari Jawa Timur kami kembali meniupkan napas perjuangan: kawan jaga kawan, rakyat jaga rakyat. Karena ketika kepercayaan kepada institusi sedang diuji, solidaritas rakyat tidak boleh ikut mati,” katanya.

BEM SI Kerakyatan Jatim menilai usia 81 tahun kemerdekaan semestinya menjadi momentum untuk memperkuat kembali makna kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, kemerdekaan menurut mereka bukan hanya soal bebas dari penjajahan masa lalu, tetapi juga tentang memastikan rakyat hari ini mendapatkan keadilan, kebebasan menyampaikan pendapat, perlindungan hukum, serta kehidupan yang layak.

Karangan bunga yang berdiri di kawasan Gedung Negara Grahadi itu akhirnya menjadi pesan terbuka dari mahasiswa: perayaan kemerdekaan boleh meriah, tetapi suara tentang keadilan tidak boleh dibiarkan sunyi.

Penulis : Rizal

Editor : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Malang hingga Trenggalek, Jejak Karier AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya yang Sarat Prestasi
Jabat Kapolres Trenggalek, AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, Disambut Prosesi Pedang Pora
Pelantikan Perangkat Desa Gembleb Berjalan dengan Khidmat, Kades Suwito Ucapkan Selamat
Pj. Sekda Trenggalek Buka Kompetisi Trenggalek Student League 2026
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin Mendorong Proses Seleksi Perangkat Desa Tahun ini Menggunakan CAT
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Trenggalek: Jawab Tantangan dengan Amanah dan Profesionalisme
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin Resmi Melantik Pj Sekretaris Daerah Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono
Ratusan Jemaah Haji Trenggalek Tiba dengan Selamat, Suasana Haru Warnai Penyambutan di Pendopo Manggala Praja Nugraha

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:25 WIB

“Merdeka?” Karangan Bunga BEM SI Jatim Jadi Tamparan Keras di Depan Grahadi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Dari Malang hingga Trenggalek, Jejak Karier AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya yang Sarat Prestasi

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:44 WIB

Jabat Kapolres Trenggalek, AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, Disambut Prosesi Pedang Pora

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:31 WIB

Pelantikan Perangkat Desa Gembleb Berjalan dengan Khidmat, Kades Suwito Ucapkan Selamat

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:56 WIB

Pj. Sekda Trenggalek Buka Kompetisi Trenggalek Student League 2026

Berita Terbaru