Honor Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Tak Dibayar, DPMD Sumenep Turun Tangan

- Penulis

Senin, 14 September 2026 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Honor Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Tak Dibayar, DPMD Sumenep Turun Tangan

LIMADETIK.COM, SUMENEP — Persoalan honor perangkat Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai menjadi sorotan. Hak honor sejumlah perangkat desa disebut belum dibayarkan hingga sembilan bulan, bahkan persoalan tersebut diduga telah berlangsung sejak 2025.

Masalah ini kian serius setelah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep) melakukan klarifikasi langsung kepada pihak desa, termasuk Bendahara Desa Pagerungan Besar, Daud Samsuddin.

Kepala DPMD Sumenep, Drs. Achmad Dzulkarnain, membenarkan adanya klarifikasi tersebut.

“Sudah kami klarifikasi kepada yang bersangkutan,” ujar Achmad Dzulkarnain saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, persoalan yang terjadi bukan sekadar keterlambatan pembayaran honor selama satu atau dua bulan. Berdasarkan informasi yang diterima DPMD, honor perangkat Desa Pagerungan Besar disebut belum dibayarkan sejak 2025.

Baca Juga  Bukan Sekadar Turunkan Angka, Kader Posyandu Sapeken Dibekali Hadapi Stunting

Jika informasi tersebut benar, persoalan ini tentu bukan lagi sekadar urusan administrasi rutin pemerintahan desa. Sebab, honor merupakan hak perangkat desa yang semestinya dibayarkan sesuai ketentuan dan mekanisme pengelolaan keuangan desa.

Lamanya honor yang belum diterima juga berpotensi menimbulkan pertanyaan lebih besar di tengah masyarakat. Di mana posisi anggaran honor tersebut? Mengapa belum disalurkan? Dan apa yang menjadi kendala sehingga hak perangkat desa tertahan berbulan-bulan?

Nama Bendahara Desa Pagerungan Besar, Daud Samsuddin, turut menjadi sorotan karena memiliki keterkaitan dalam proses administrasi keuangan dan penyaluran honor perangkat desa.

Baca Juga  Perkuat Peran Mabigus, Kwaran Batuputih Gembleng Kepala Sekolah dan Pembina Pramuka Lewat Diklat Orientasi

Saat dikonfirmasi melalui nomor telepon pribadinya mengenai persoalan tersebut, Daud Samsuddin tidak memberikan respons terkait honor perangkat desa yang belum disalurkan.

Keterangan dari bendahara desa tersebut menjadi penting untuk mengurai persoalan secara utuh, terutama terkait penyebab keterlambatan, kondisi anggaran, proses pencairan, hingga alasan honor belum sampai kepada perangkat desa.

Namun, persoalan tersebut belum bisa serta-merta disimpulkan sebagai bentuk penyalahgunaan anggaran. Diperlukan penjelasan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah keterlambatan terjadi akibat persoalan administrasi, pencairan anggaran, mekanisme penyaluran, atau faktor lainnya.

Yang jelas, sembilan bulan bukan waktu yang singkat. Jika hak honor perangkat desa memang belum diterima selama periode tersebut, publik berhak mendapatkan penjelasan secara transparan mengenai kondisi sebenarnya.

Baca Juga  Rokok Makayasa Tancap Gas, Perluas Jaringan Pasar dari Madiun hingga Batam

Terlebih, perangkat desa merupakan bagian penting dalam pelayanan pemerintahan di tingkat paling dekat dengan masyarakat. Mereka dituntut tetap menjalankan tugas dan pelayanan, sementara hak honor yang menjadi bagian dari kesejahteraan mereka disebut belum tersalurkan.

DPMD Sumenep kini telah mengetahui persoalan tersebut dan melakukan klarifikasi kepada pihak desa. Langkah berikutnya menjadi penting untuk memastikan persoalan tersebut tidak berhenti sebatas klarifikasi, tetapi dapat memberikan kepastian mengenai nasib honor perangkat desa yang disebut tertahan selama berbulan-bulan.

Publik pun menunggu penjelasan lebih terang: berapa total honor yang belum dibayarkan, sejak kapan anggaran tersebut tersedia, apa penyebabnya, dan kapan hak para perangkat desa akan diselesaikan.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Desa di Giliraja Terjebak Jalan Rusak, AMG Ancam Demo Jika Pemkab Ingkar
Dua Warga Tertimpa Musibah Rumah Roboh, Ansor Karduluk Hadir Ringankan Beban
IPNU IPPNU Sumenep Buka Madrasah Multimedia, Cetak Santri Melek Digital dan Adaptif Teknologi
Hari Santri Jangan Cuma Jadi Seremoni! Pesan Tegas Pemkab Sumenep di DRT Gemar Bersholawat
Tumpah Ruah Warga di Banasare, DRT Gemar Bersholawat Bawa Berkah bagi UMKM
Sumenep Berusia 757 Tahun, Dirut BPRS Bhakti Sumekar Dorong Semangat Daerah Makin Mandiri
Budaya Sumenep Bukan Sekadar Warisan, Ketua DPRD: Harus Jadi Kekuatan Ekonomi dan Pariwisata
Bahasa Madura Warnai Hari Jadi ke-757 Sumenep, Bupati Singgung Pemerataan Pembangunan
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 22:16 WIB

Empat Desa di Giliraja Terjebak Jalan Rusak, AMG Ancam Demo Jika Pemkab Ingkar

Senin, 2 November 2026 - 21:29 WIB

IPNU IPPNU Sumenep Buka Madrasah Multimedia, Cetak Santri Melek Digital dan Adaptif Teknologi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Hari Santri Jangan Cuma Jadi Seremoni! Pesan Tegas Pemkab Sumenep di DRT Gemar Bersholawat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Tumpah Ruah Warga di Banasare, DRT Gemar Bersholawat Bawa Berkah bagi UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Sumenep Berusia 757 Tahun, Dirut BPRS Bhakti Sumekar Dorong Semangat Daerah Makin Mandiri

Berita Terbaru