BPKAD Bondowoso: KKPD Bikin Belanja OPD Tertib, Transparan dan Mudah Dilacak

- Penulis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Bondowoso , I Wayan Wisesa Buana

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Bondowoso , I Wayan Wisesa Buana

BPKAD Bondowoso: KKPD Bikin Belanja OPD Tertib, Transparan dan Mudah Dilacak

LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Pemkab Bondowoso mendorong optimalisasi Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) sebagai upaya digitalisasi keuangan daerah untuk mempersempit celah kebocoran anggaran sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas penggunaan uang rakyat.

Sistem KKPD diharapkan membuat transaksi belanja di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi lebih tertib, mudah ditelusuri, dan dapat dipertanggungjawabkan secara digital.

Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan KKPD bukan instrumen untuk menambah utang pemerintah daerah.

“KKPD bukan untuk menambah anggaran. Penggunaannya berkaitan dengan limit belanja yang telah dialokasikan dalam anggaran masing-masing perangkat daerah sesuai ketentuan,” ujar Sekda Fathur Rozi usai acara, Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, KKPD merupakan bagian dari perbaikan tata kelola melalui digitalisasi untuk mewujudkan pengelolaan keuangan yang lebih baik dan transparan. Pemanfaatannya diarahkan untuk mempercepat Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah.

Kartu tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan belanja tertentu, termasuk akomodasi hotel dan perjalanan dinas, sepanjang sesuai peruntukan dan aturan yang berlaku. Dengan transaksi elektronik, pemerintah daerah memiliki pencatatan belanja yang rapi.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bondowoso, I Wayan Wisesa Buana, menyoroti pentingnya digitalisasi untuk membenahi penatausahaan keuangan.

Menurutnya, tuntutan transparansi harus diikuti perubahan nyata dalam pelaksanaan transaksi belanja. Penerapan sistem non-tunai termasuk KKPD dapat mengurangi celah kebocoran anggaran sekaligus meningkatkan kedisiplinan setiap OPD.

Ia juga menyinggung persoalan penggunaan dana talangan ketika anggaran belum tersedia namun kegiatan harus tetap berjalan. Kondisi tersebut perlu dibenahi agar pengelolaan keuangan semakin tertib.

“Harapannya dengan KKPD ini kita bisa mengurangi kebocoran anggaran ke depan. Seluruh perangkat daerah diharapkan melaksanakan penataan keuangan dengan lebih baik,” kata Wayan.

Wayan menegaskan, digitalisasi tidak menghapus tanggung jawab pejabat pengguna anggaran. Kepala Perangkat Daerah tetap bertanggung jawab penuh atas penggunaan keuangan di instansinya, termasuk transaksi yang dilakukan melalui KKPD.

Facebook Comments Box

Penulis : Budhi

Editor : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

261 Anak PAUD-TK Se-Bondowoso Adu Kreativitas di Final Lomba Mewarnai YPLP
Atasi Kekeringan, Bupati Bondowoso Tinjau 74 Titik Irpom yang Mampu Airi 1.110 Hektare Sawah
50 Ribu Peserta Padati JAKA SOPAN ke-9 Pondok Pesantren Al-Islah Bondowoso
Kolaborasi Pemkab-OJK-ILO Hidupkan Kembali Kejayaan Kopi Bondowoso, Bidik Pasar Eropa Lewat Ekosistem Terintegrasi
Kejar Target Nasional 30 Persen, Bondowoso Percepat Aktivasi IKD Lewat Peran Kecamatan dan Desa
Gelar Exit Meeting, Pemeriksaan Kinerja RSUD Bondowoso oleh BPK RI Masuki Tahap Akhir
BRI Bondowoso Dorong BRILink Agen Perluas Akses Layanan Perbankan hingga Desa Wringin
Agenda Rutin Tahunan! Pabrik Rokok 88 Bondowoso Hadirkan Habib Syech di Perayaan Maulid Nabi dan Haul Masyayikh
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:18 WIB

261 Anak PAUD-TK Se-Bondowoso Adu Kreativitas di Final Lomba Mewarnai YPLP

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:51 WIB

BPKAD Bondowoso: KKPD Bikin Belanja OPD Tertib, Transparan dan Mudah Dilacak

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Atasi Kekeringan, Bupati Bondowoso Tinjau 74 Titik Irpom yang Mampu Airi 1.110 Hektare Sawah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:16 WIB

50 Ribu Peserta Padati JAKA SOPAN ke-9 Pondok Pesantren Al-Islah Bondowoso

Rabu, 30 September 2026 - 16:53 WIB

Kolaborasi Pemkab-OJK-ILO Hidupkan Kembali Kejayaan Kopi Bondowoso, Bidik Pasar Eropa Lewat Ekosistem Terintegrasi

Berita Terbaru