Haul Raja-Raja Madura Jadi Pengingat Sejarah, Bupati Fauzi Ajak Generasi Muda Rawat Warisan Leluhur

- Penulis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati bersama para ulama se-Madura dalam acara Haul Raja-Raja Madura

Bupati bersama para ulama se-Madura dalam acara Haul Raja-Raja Madura

Haul Raja-Raja Madura Jadi Pengingat Sejarah, Bupati Fauzi Ajak Generasi Muda Rawat Warisan Leluhur

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Sejarah dan identitas masyarakat Madura kembali menjadi perhatian dalam Haul Akbar Raja-Raja Madura yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep di depan Masjid Agung Sumenep, Jumat malam (30/10/2026). Ribuan masyarakat memadati lokasi kegiatan yang menjadi ruang mengenang jasa para leluhur sekaligus memperkuat nilai keagamaan, budaya, dan kebersamaan.

Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda keagamaan dalam rangka Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep. Haul ini juga menjadi pengingat bahwa perjalanan masyarakat Madura hingga saat ini tidak bisa dilepaskan dari peran para raja, ulama, dan tokoh terdahulu yang meletakkan dasar kehidupan sosial di Pulau Garam.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan penghormatan terhadap para raja dan pemimpin terdahulu harus diwujudkan melalui upaya menjaga serta meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan.

Menurutnya, para leluhur tidak hanya meninggalkan sejarah kepemimpinan, tetapi juga mewariskan pedoman kehidupan yang mencakup agama, pendidikan, ekonomi, hingga hubungan sosial kemasyarakatan.

“Selama lima tahun pelaksanaan haul ini, kami ingin terus mengingatkan masyarakat bahwa ada jasa besar para pendahulu yang tidak boleh dilupakan. Mereka telah meletakkan dasar kehidupan yang manfaatnya masih kita rasakan sampai sekarang,” kata Fauzi dalam sambutannya.

Baca Juga  RSUD Sumenep Masuk Program Prioritas Nasional KJSU 2026, Layanan Kanker hingga Jantung Segera Hadir

Ia menegaskan, salah satu warisan penting para pendahulu adalah budaya menghormati orang tua, guru, dan sesama. Nilai tersebut menjadi bagian dari karakter masyarakat Madura yang harus dipertahankan di tengah perubahan zaman.

Fauzi mengingatkan, mengenang leluhur tidak cukup dilakukan dengan menghadiri haul atau membaca doa bersama. Keteladanan mereka harus tercermin dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai kita hanya mengenang nama dan sejarah para pendahulu, tetapi melupakan ajaran mereka. Menghormati orang tua, memuliakan guru, menjaga kesopanan, dan menghargai sesama harus tetap menjadi pegangan,” ujarnya.

Bupati juga menyoroti besarnya kontribusi ulama dan guru dalam membentuk karakter masyarakat Madura. Kehadiran para kiai dan tokoh agama dalam haul tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa perkembangan daerah tidak hanya dibangun melalui pemerintahan, tetapi juga melalui pendidikan dan pembinaan keagamaan.

Selain itu, Fauzi mengungkapkan bahwa para pemimpin terdahulu telah memberikan teladan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Tradisi bertani, berdagang, dan berwirausaha merupakan bagian dari warisan yang perlu terus dikembangkan oleh generasi sekarang.

Baca Juga  Diskominfo Sumenep Bekali Siswa Cegah Penipuan Digital Lewat Gerakan “Jeda Sebelum Klik”

“Mereka mengajarkan masyarakat bagaimana bekerja, bertani, berdagang, dan membangun usaha. Warisan seperti ini harus kita lanjutkan agar masyarakat memiliki kemandirian dan kehidupan ekonomi yang lebih baik,” tuturnya.

Di tengah dinamika kehidupan modern, Fauzi juga mengajak masyarakat tidak meninggalkan semangat gotong royong, kerukunan, dan toleransi. Menurutnya, kekuatan masyarakat Madura sejak dahulu terletak pada ikatan kekeluargaan dan kebiasaan saling membantu.

Ia berharap perbedaan yang ada di tengah masyarakat tidak menjadi penghalang untuk membangun kehidupan yang harmonis.

“Para pendahulu kita mengajarkan arti kebersamaan. Saling membantu, menjaga persaudaraan, dan hidup rukun merupakan nilai yang harus terus kita rawat. Jangan sampai semangat gotong royong itu hilang dari kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, Bupati Fauzi menjelaskan bahwa sejarah kerajaan dan kepemimpinan di Madura memiliki hubungan yang saling berkaitan. Karena itu, pelaksanaan Haul Raja-Raja Madura tidak hanya berorientasi pada sejarah Sumenep, melainkan juga mencerminkan keterhubungan sejarah empat kabupaten di Madura.

Baca Juga  DPMPTSP Sumenep Buka Pendampingan LKPM, Pelaku Usaha Bisa Konsultasi Lewat WhatsApp

Keempat daerah tersebut meliputi Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Keterkaitan sejarah itu menjadi salah satu alasan pentingnya kegiatan haul terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga ingatan kolektif masyarakat Madura.

“Sejarah Madura tidak bisa dipisahkan antara satu kabupaten dengan kabupaten lainnya. Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep memiliki keterkaitan sejarah. Karena itu, melalui haul ini kita ingin kembali mengingat perjalanan dan jasa para pemimpin terdahulu,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal sejarah daerahnya. Pemahaman terhadap asal-usul dan perjuangan para leluhur dinilai penting agar generasi penerus tidak kehilangan identitas budaya.

Ditegaskan Bupati, Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan tahunan. Momentum tersebut perlu menjadi kesempatan untuk memperkuat kesadaran sejarah sekaligus meneruskan nilai-nilai positif yang telah diwariskan para pendahulu.

Pemkab Sumenep pun berharap Haul Akbar Raja-Raja Madura terus menjadi ruang silaturahmi dan refleksi bersama, sehingga warisan keagamaan, budaya, pendidikan, kemandirian ekonomi, serta semangat persaudaraan tetap hidup dalam kehidupan masyarakat Madura.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bahasa Madura Warnai Hari Jadi ke-757 Sumenep, Bupati Singgung Pemerataan Pembangunan
Kacabdindik Apresiasi Guru SMKN 1 Kalianget Tembus Prestasi AI Internasional, Buka Peluang Berkompetisi ke Negeri China
Bukan Sekadar Membaca, Bupati Sumenep Dorong Pelajar Berani Melahirkan Karya Lewat 1001 Puisi
Harlah CBP KPP ke-62, IPNU IPPNU Sumenep Gandeng DLH Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan
KPPM Pagerungan Besar Soroti Dana Desa hinngga Desak Transparansi dan Penegakan Hukum
Dari Lapangan Antarkecamatan Menuju Perssu, Bupati Fauzi Dorong Pembinaan Pemain Muda
Cabdindik Wilayah Sumenep dan Wilayah Jawa Tengah Bersinergi, TKA Siswa Kemaritiman Berjalan Lancar
PKL di Tengah Laut, Ratusan Siswa SMK Kemaritiman Berjuang Ikuti TKA di Sumenep
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Bahasa Madura Warnai Hari Jadi ke-757 Sumenep, Bupati Singgung Pemerataan Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Haul Raja-Raja Madura Jadi Pengingat Sejarah, Bupati Fauzi Ajak Generasi Muda Rawat Warisan Leluhur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Kacabdindik Apresiasi Guru SMKN 1 Kalianget Tembus Prestasi AI Internasional, Buka Peluang Berkompetisi ke Negeri China

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Bukan Sekadar Membaca, Bupati Sumenep Dorong Pelajar Berani Melahirkan Karya Lewat 1001 Puisi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Harlah CBP KPP ke-62, IPNU IPPNU Sumenep Gandeng DLH Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan

Berita Terbaru