Penutupan KKN Unija Sumenep di Desa Pasongsongan Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Kegiatan penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep di Desa Pasongsongan berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Acara tersebut digelar di Aula Desa Pasongsongan pada Selasa malam, 13 Januari 2026, mulai pukul 19.00 WIB – Selesai.
Penutupan KKN ini menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian pengabdian mahasiswa Unija di Desa Pasongsongan. Acara disusun secara tertib dengan rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan-sambutan, penampilan siswa SDN Pasongsongan 1, 2, dan 4, penyerahan cinderamata, serta penutup dan doa.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Pasongsongan, Sekretaris Desa beserta perangkat desa, kepala dusun, ibu-ibu PKK, para Kepala SDN Pasongsongan 1, SDN Pasongsongan 2, dan SDN Pasongsongan 4, serta seluruh mahasiswa KKN Universitas Wiraraja Desa Pasongsongan.
Dalam pesan dan kesannya, Kepala Desa Pasongsongan, Saleh Haryanto, S.Pt, menyampaikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan, baik besar maupun kecil, apabila dilandasi keikhlasan akan memberikan manfaat dan pada akhirnya kembali kepada pelakunya.
“Tidak harus banyak, sedikit pun tidak apa-apa, asalkan membawa manfaat itu jauh lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa KKN Unija meskipun acara perpisahan dan penutupan berlangsung sederhana.
“Walaupun tidak mewah, bagi saya pribadi ini sangat luar biasa. Saya mengacungi empat jempol, andai bisa, namun karena jempol saya hanya dua, maka dua jempol,” katanya disambut senyum dan tawa hadirin.
Di akhir sambutannya, Saleh Haryanto mewakili seluruh perangkat desa dan masyarakat Desa Pasongsongan menyampaikan permohonan maaf apabila selama mahasiswa melaksanakan KKN terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelayanan. “Semoga seluruh kegiatan KKN yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat, serta menjadi bekal berharga dalam menapaki masa depan” ucapnya.
Sementara itu, Imam Hanafi, S.Pd.I., MA, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), melalui pesan yang disampaikan kepada panitia, menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung dalam acara penutupan. Ia harus berangkat ke Sidoarjo untuk menjalankan tugas dari kampus.
“Meski pun tidak bisa menemani peserta KKN. Saya tetap memberikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa KKN Desa Pasongsongan atas terselenggaranya kegiatan penutupan dengan baik, tertib, dan lancar dari awal hingga akhir” jelasnya.
Adapun Moh. Rusydi, selaku Koordinator Desa KKN Pasongsongan, menyampaikan bahwa pelaksanaan penutupan ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian program KKN telah terlaksana dengan baik, sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati bersama.
“Melalui kegiatan penutupan ini, diharapkan seluruh program kerja yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Desa Pasongsongan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat” tuturnya.
Berbagai kegiatan yang telah dijalankan diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, menambah pengetahuan, serta mempererat jalinan kerja sama dan silaturahmi antara mahasiswa KKN dengan masyarakat dan perangkat Desa Pasongsongan, meskipun kegiatan KKN telah resmi berakhir.












