Aktivis Kepulauan Temui Calon Sekda di Kantor DPMD, Tagih Komitmen Nyata untuk Pemerataan Pembangunan Sapeken
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Sejumlah aktivis asal Kepulauan Sapeken mendatangi kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep untuk menemui salah satu calon Sekretaris Daerah (Sekda), Agus Dwi Saputra.
Kedatangan mereka bukan tanpa alasan. Mereka secara tegas menuntut komitmen nyata terkait pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di wilayah kepulauan, khususnya Kecamatan Sapeken.
Dalam pertemuan tersebut, para aktivis menyampaikan sejumlah usulan konkret yang telah disusun bersama elemen masyarakat pulau.
Mereka menekankan pentingnya program pembangunan berkelanjutan yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga kepulauan, yang selama ini kerap merasa tertinggal dibanding wilayah daratan.
Alwan, pemuda asal Desa Pagerungan yang turut hadir dalam pertemuan itu, menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kepentingan politik terhadap siapa pun yang akan terpilih menjadi Sekda Sumenep.
“Kami tidak ada kepentingan apa pun soal siapa pun yang terpilih jadi Sekda,” tegas Alwan saat diwawancarai, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, yang paling penting adalah figur Sekda yang terpilih nantinya memiliki komitmen kuat untuk menjawab berbagai persoalan klasik yang dihadapi masyarakat pulau, mulai dari infrastruktur, akses layanan publik, hingga pemerataan pembangunan.
“Untuk itu, saya bersama teman-teman dari Pulau Sapeken mendatangi calon Sekda untuk memastikan komitmen mereka jika nanti terpilih,” ujarnya.
Alwan juga menyampaikan bahwa pihaknya berencana mendatangi seluruh calon Sekda secara bergiliran guna memastikan keseriusan masing-masing kandidat terhadap isu kepulauan.
Ia menilai posisi Sekda memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan daerah. Sebab, Sekda bertugas mengoordinasikan penyusunan kebijakan daerah serta pelaksanaan tugas seluruh perangkat daerah.
“Tugas lainnya adalah memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan daerah, melaksanakan pelayanan administratif, membina aparatur sipil negara pada perangkat daerah, serta menjalankan fungsi lain yang diberikan kepala daerah sesuai tugas dan fungsinya,” jelasnya.
Karena peran strategis itulah, Alwan menegaskan bahwa meminta komitmen sejak awal kepada calon Sekda menjadi langkah penting agar persoalan kepulauan tidak kembali terpinggirkan.
“Kami ingin ada jaminan komitmen sebelum Sekda ditetapkan. Kepulauan tidak boleh lagi hanya jadi janji kampanye atau wacana,” pungkasnya.












