Hari Koperasi Nasional Jadi Momentum Penguatan Ekonomi Rakyat, DKUPP Sumenep Soroti Kinerja Koperasi Tembus Rp330 Miliar
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Melalui berbagai program penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, koperasi diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Peringatan Harkopnas yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Kamis (16/7/2026), menjadi ajang konsolidasi gerakan koperasi sekaligus penguatan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun koperasi yang sehat, profesional, dan berdaya saing.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, mengatakan peringatan Hari Koperasi Nasional memiliki makna strategis dalam memperkuat kontribusi koperasi terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2024 tentang Peringatan Hari Koperasi Nasional yang menempatkan koperasi sebagai instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Momentum Hari Koperasi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat, partisipasi, dan kontribusi gerakan koperasi agar semakin mampu menjawab tantangan ekonomi saat ini,” ujar Moh. Ramli.
Ia menjelaskan, rangkaian peringatan Harkopnas telah dimulai sejak 17 Juni 2026 melalui berbagai kegiatan yang berorientasi pada penguatan kelembagaan koperasi. Agenda tersebut meliputi pelatihan perkoperasian, penguatan gerakan koperasi, sosialisasi kepada pelaku koperasi, hingga pelatihan bagi pengurus dan anggota koperasi dari berbagai daerah.
Selain itu, workshop, seminar, dan diskusi juga digelar untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperkuat tata kelola koperasi agar semakin akuntabel dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ramli mengungkapkan, perkembangan koperasi di Sumenep menunjukkan tren positif. Koperasi yang menjadi penyelenggara kegiatan tahun ini mencatat total volume usaha mencapai lebih dari Rp330 miliar, dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) melampaui Rp11,9 miliar.
“Capaian tersebut menjadi bukti bahwa koperasi terus tumbuh dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat. Ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan kepada anggota,” katanya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan Harkopnas mampu memperkuat gerakan koperasi di Kabupaten Sumenep sehingga semakin mandiri, profesional, dan mampu menjadi lembaga ekonomi yang sehat.
“Kami ingin koperasi tidak hanya berkembang secara kelembagaan, tetapi juga benar-benar menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan anggota dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah,” pungkas Ramli.
Penulis : Wahyu
Editor : Wandi






