Belum Ada TIHT 2026, Petani Tembakau Sumenep Dibayangi Ancaman Harga Anjlok

- Redaksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belum Ada TIHT 2026, Petani Tembakau Sumenep Dibayangi Ancaman Harga Anjlok

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Menjelang dimulainya musim panen tembakau 2026, ribuan petani di Kabupaten Sumenep diliputi kecemasan. Hingga akhir Juli, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep belum juga menetapkan Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) 2026, padahal kepastian harga menjadi instrumen penting untuk melindungi petani dari potensi anjloknya harga di tingkat pembeli, Jumat (24/7/2026)

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran di kalangan petani. Mereka menilai keterlambatan penetapan TIHT berpotensi melemahkan posisi tawar petani ketika transaksi dengan gudang maupun perusahaan rokok mulai berlangsung.

BACA JUGA  Danrem 084/Bhaskara Jaya: TNI Tak Hanya Jaga Kedaulatan, Kini Hadir Percepat Pembangunan Madura

Salah seorang petani tembakau asal Sumenep, Ardi, mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret sebelum panen dimulai.

“Musim panen sudah sangat dekat, tetapi sampai sekarang TIHT belum juga ditetapkan. Pemerintah jangan hanya menunggu. Kami butuh kepastian agar harga tembakau tidak dipermainkan,” ujar Ardi.

Ia menegaskan, biaya produksi tembakau tahun ini terus meningkat. Mulai dari harga pupuk, benih, pestisida hingga upah tenaga kerja mengalami kenaikan. Tanpa adanya acuan harga yang jelas, petani khawatir hasil panennya dibeli jauh di bawah biaya produksi.

“Modal yang kami keluarkan tidak sedikit. Kalau harga dibiarkan mengikuti kemauan pembeli, petani yang akan menanggung kerugian. Jangan sampai kami hanya menjadi penonton saat hasil panen sendiri dihargai murah,” katanya.

BACA JUGA  Tembakau Sumenep Tetap Jadi Andalan, Bupati Fauzi Genjot Infrastruktur dan Keberpihakan untuk Petani

Menurut Ardi, TIHT bukan sekadar angka administratif, melainkan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap keberlangsungan usaha tani tembakau yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Sumenep.

Ia juga meminta pemerintah tidak berhenti pada penetapan TIHT semata, tetapi mengawal pelaksanaannya di lapangan agar perusahaan maupun gudang pembeli mematuhi harga yang telah disepakati.

“Kami ingin pemerintah benar-benar hadir. Jangan sampai TIHT hanya menjadi formalitas, sementara praktik di lapangan tetap merugikan petani,” tegasnya.

BACA JUGA  Bawa Nama Madura di Kancah Nasional, Persam Pamekasan Awali Perjuangan Lawan Persewangi

Tembakau merupakan komoditas strategis di Kabupaten Sumenep yang menjadi sumber penghidupan bagi ribuan kepala keluarga. Karena itu, keterlambatan penetapan TIHT dinilai dapat menimbulkan ketidakpastian di tengah persiapan panen.

Petani berharap pemerintah segera menetapkan TIHT 2026 sebagai bentuk perlindungan terhadap harga dasar tembakau sekaligus menjaga stabilitas tata niaga. Kepastian tersebut dinilai menjadi langkah penting agar petani memperoleh harga yang layak dan tidak kembali menjadi pihak yang paling dirugikan dalam rantai perdagangan tembakau.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes P2KB Sumenep Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di JJS BPRS Bhakti Sumekar
Ratusan Karyawan BPRS Bhakti Sumekar Turun ke Jalan, Wabup Sumenep Bicara Makna Kemerdekaan
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Soliditas Karyawan
Perkuat Peran Mabigus, Kwaran Batuputih Gembleng Kepala Sekolah dan Pembina Pramuka Lewat Diklat Orientasi
Lepas Kontingen Jambore Nasional, Wabup Sumenep: Jaga Disiplin dan Harumkan Nama Daerah
BPRS Bhakti Sumekar Optimistis Pramuka Sumenep Mampu Harumkan Nama Daerah di Jambore Nasional
Korban Kebakaran Kapal Jadi Prioritas, Pemkab Sumenep Siagakan Seluruh Unsur
Menhub Temui Bupati Sumenep, Sinergi Pusat-Daerah Diperkuat Tangani Kebakaran KM Mutiara Sentosa II

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di JJS BPRS Bhakti Sumekar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Ratusan Karyawan BPRS Bhakti Sumekar Turun ke Jalan, Wabup Sumenep Bicara Makna Kemerdekaan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Semangat Kemerdekaan Jadi Energi BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Soliditas Karyawan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:58 WIB

Perkuat Peran Mabigus, Kwaran Batuputih Gembleng Kepala Sekolah dan Pembina Pramuka Lewat Diklat Orientasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Lepas Kontingen Jambore Nasional, Wabup Sumenep: Jaga Disiplin dan Harumkan Nama Daerah

Berita Terbaru