Pascabimtek, Pelaporan LKPM Sumenep Melonjak 384 Kali Lipat, Target Triwulan II Terlampaui

- Penulis

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DPMPTSP Sumenep, Sekretaris dan Koordinator Substansi Penanaman Modal Herman Hariyanto, SE., M.Si,

Kepala DPMPTSP Sumenep, Sekretaris dan Koordinator Substansi Penanaman Modal Herman Hariyanto, SE., M.Si,

Pascabimtek, Pelaporan LKPM Sumenep Melonjak 384 Kali Lipat, Target Triwulan II Terlampaui

limadetik.com/, SUMENEP – Efektivitas Bimbingan Teknis (Bimtek) Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diselenggarakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep mulai menunjukkan hasil yang terukur.

Hanya dalam kurun waktu tiga hari setelah pelaksanaan Bimtek, realisasi pelaporan LKPM Triwulan II berhasil melampaui target yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan data DPMPTSP Kabupaten Sumenep per 12 Juli 2026, total realisasi LKPM mencapai Rp117,67 miliar atau 104,60 persen dari target Triwulan II sebesar Rp112,50 miliar. Artinya, capaian tersebut melampaui target sebesar Rp5,17 miliar.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Sumenep, Heru Santoso, S.STP, melalui Koordinator Substansi Penanaman Modal Herman Hariyanto, SE., M.Si, mengatakan peningkatan signifikan tersebut menjadi bukti meningkatnya kepatuhan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban pelaporan investasi melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Baca Juga  SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, Tegaskan Komitmen Menjaga Demokrasi dan NKRI

“Data ini menunjukkan bahwa kesadaran pelaku usaha untuk menyampaikan LKPM semakin baik. Kami mengapresiasi seluruh pelaku usaha yang telah merespons pendampingan dan Bimbingan Teknis dengan menyampaikan laporan secara tepat waktu,” ujar Herman, Minggu (12/7/2026).

Sebelum Bimtek dilaksanakan, tepatnya pada 6 Juli 2026, nilai pelaporan LKPM baru tercatat sekitar Rp306 juta. Namun setelah kegiatan pembinaan berlangsung pada 8–9 Juli 2026, pertumbuhan pelaporan meningkat secara konsisten setiap hari.

Pada hari pertama Bimtek, nilai pelaporan mencapai Rp13,40 miliar. Sehari kemudian meningkat menjadi Rp32,98 miliar, kemudian melonjak lagi menjadi Rp63,96 miliar pada 10 Juli 2026.

Puncaknya terjadi pada 11 Juli 2026, ketika realisasi LKPM mencapai Rp115,36 miliar atau 102,54 persen dari target Triwulan II. Capaian itu sekaligus menjadi momentum terlampauinya target investasi sebelum batas akhir pelaporan.

Baca Juga  Ratusan Desa di Sumenep Bersiap Pilih Kepala Desa Baru, Pemkab Pastikan Anggaran Siap

Meski memasuki hari libur pada 12 Juli 2026, pelaporan LKPM masih terus bertambah sebesar Rp2,31 miliar, sehingga total realisasi meningkat menjadi Rp117,67 miliar.

Menurut Herman, lonjakan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pembinaan melalui Bimtek tidak hanya meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap regulasi, tetapi juga mendorong kepatuhan administratif yang berdampak langsung pada kualitas data investasi daerah.

“LKPM bukan sekadar kewajiban administratif. Data yang disampaikan pelaku usaha menjadi dasar pemerintah dalam memetakan perkembangan investasi, mengevaluasi realisasi proyek, serta menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Baca Juga  Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Rawat Persatuan di Tengah Arus Digital

Ia menambahkan, capaian tersebut juga menjadi indikator semakin kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menciptakan iklim investasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan.

DPMPTSP Kabupaten Sumenep memastikan pendampingan kepada pelaku usaha akan terus dilakukan melalui konsultasi, monitoring, dan sosialisasi secara berkala agar tingkat kepatuhan pelaporan LKPM tetap terjaga pada triwulan berikutnya.

Keberhasilan melampaui target Triwulan II menjadi sinyal positif bagi perkembangan investasi di Kabupaten Sumenep. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, meningkatnya kepatuhan pelaku usaha terhadap pelaporan LKPM menunjukkan bahwa ekosistem investasi di daerah semakin tertata.

Hal ini sekaligus memperkuat basis data yang dibutuhkan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan strategi peningkatan investasi secara berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Data Kependudukan Sumenep Disorot, Disdukcapil Siapkan Tiga Langkah Pembenahan
Khofifah usai Bagikan Bansos di Slopeng, Tanam Pohon di SMAN 2 Sumenep
Sejak 2021, Kasus Dugaan Pelanggaran Izin TUKS di Sumenep Tak Jelas, Sarkawi Merasa Dipermainkan
Aspal Bantuan Khofifah Hanya 1,5 Truk, Kerusakan Jalan Provinsi di Sumenep Belum Terjawab
Khofifah Bawa Paket Bansos Pemprov Jatim ke Sumenep, dari Khitanan Massal hingga Beasiswa SMA
Satlantas Polresta Sumenep Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas kepada Pelajar SMPN 5
DPRD Sumenep Gelar Jalan Sehat Politik, Siapkan 1.500 Paket Sembako dan Hadiah Rp100 Juta
DPMPTSP Sumenep Buka Pendampingan LKPM, Pelaku Usaha Bisa Konsultasi Lewat WhatsApp
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Data Kependudukan Sumenep Disorot, Disdukcapil Siapkan Tiga Langkah Pembenahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Khofifah usai Bagikan Bansos di Slopeng, Tanam Pohon di SMAN 2 Sumenep

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Sejak 2021, Kasus Dugaan Pelanggaran Izin TUKS di Sumenep Tak Jelas, Sarkawi Merasa Dipermainkan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Aspal Bantuan Khofifah Hanya 1,5 Truk, Kerusakan Jalan Provinsi di Sumenep Belum Terjawab

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Khofifah Bawa Paket Bansos Pemprov Jatim ke Sumenep, dari Khitanan Massal hingga Beasiswa SMA

Berita Terbaru