Ayo Bermain Tanpa Gadget, Jadi Subtema HAN di Bondowoso

- Redaksi

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang anak TK yang sedang mencoba permainan Engklek

Seorang anak TK yang sedang mencoba permainan Engklek

Ayo Bermain Tanpa Gadget, Jadi Subtema HAN di Bondowoso

LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Riuh gelak tawa dan sorakan yang hadir mewarnai permainan anak tradisional di halaman TK Pembina Kecamatan/Kabupaten Bondowoso.

Seutas tali diputar bergantian, kotak-kotak engklek dipenuhi lompatan kaki mungil, sementara biji-biji dakon berpindah dari satu lubang ke lubang lain. Permainan yang dulu menjadi bagian dari keseharian anak-anak itu kembali hidup dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

Momentum tersebut dimanfaatkan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Cabang Bondowoso bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan DPRD Bondowoso untuk mengajak anak-anak kembali mengenal permainan tradisional sekaligus mengingatkan orang tua agar tidak menjadikan gawai sebagai teman utama anak.

Mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dengan subtema “Ayo Bermain Tanpa Gadget”, kegiatan diawali dengan edukasi parenting dari Dinas Sosial P3AKB Bondowoso. Setelah itu, sebanyak 100 siswa taman kanak-kanak diajak bermain lompat tali, engklek, dan dakon.

BACA JUGA  Polemik Open Dumping Sampah Menjadi Perhatian Komisi III DPRD Bondowoso, Ini Kata Sutriyono

Setiap anak yang berani mencoba permainan mendapatkan hadiah berupa perlengkapan sekolah.

Ketua JMSI Cabang Bondowoso, Bahrullah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Perkembangan teknologi memang tidak bisa kita nafikan. Namun, banyak cara mengasuh anak yang tidak bergantung pada gadget. Sekarang anak menangis sedikit langsung diberikan HP. Padahal, kita bisa mengajak mereka bermain permainan tradisional seperti lompat tali, engklek, maupun dakon,” katanya, Kamis (23/7/2026).

Menurut Bahrullah, media memiliki tanggung jawab sosial untuk menghadirkan informasi yang tidak hanya faktual, tetapi juga memberi nilai edukasi kepada masyarakat.

“Kami selaku insan pers berkewajiban menyajikan pemberitaan yang positif, edukatif, dan ramah anak. Kami berharap Hari Anak Nasional menjadi refleksi bagi kita semua sebagai orang tua untuk terus memperbaiki pola pengasuhan anak,” ujarnya.

BACA JUGA  Jelang Batas Akhir Pelaporan, DPMPTSP Sumenep Intensif Dampingi Pelaku Usaha Sampaikan LKPM

Keceriaan terpancar dari wajah Tiara, siswi TK Alifiyah. Ia mengaku senang bisa bermain bersama teman-temannya sekaligus membawa pulang hadiah.

“Tadi main lompat tali dan dapat hadiah. Senang main sama teman-teman dan dapat hadiah,” katanya.

Bagi Kamalia, salah seorang wali murid, kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru tentang pentingnya kehadiran orang tua dalam kehidupan anak.

“Banyak sekali ilmu yang didapat. Kita harus lebih dekat dengan anak karena keberadaan orang tua itu sangat dibutuhkan. Daripada anak-anak dibiarkan main gadget, lebih baik kita ajak bermain permainan jadul dan tradisional,” tuturnya.

Koordinator Komisi IV DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, mengapresiasi inisiatif JMSI Bondowoso yang mengangkat permainan tradisional sebagai tema utama peringatan Hari Anak Nasional.

Menurutnya, setiap permainan tradisional menyimpan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan para leluhur dan patut dijaga di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Permainan anak-anak tradisional memiliki filosofi yang sangat luar biasa dan sekarang mulai ditinggalkan karena kemajuan teknologi. Kita akui anak-anak sudah bergantung pada HP. Ketika menjadi kebiasaan, itu tidak baik bagi masa depan mereka,” ujarnya.

BACA JUGA  Perkuat PAD dan Ekonomi Digital, Bapenda Bondowoso Gelar BDD 2026

Ia menambahkan, menjaga permainan tradisional sama artinya dengan merawat sejarah dan identitas bangsa.

“Selalu ingat sejarah. Kita tidak bisa meninggalkan sejarah karena sejarah adalah akar terbentuknya masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan Bunda PAUD Kabupaten Bondowoso, Zakiyatul Fakhiroh As’ad, berharap kegiatan serupa terus dilakukan agar anak-anak memperoleh ruang bermain yang sehat sekaligus mendukung tumbuh kembang mereka.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar. Harapan ke depan semoga anak didik kita dapat tumbuh sesuai dengan cita-cita yang mereka impikan,” katanya.

Di tengah semakin akrabnya anak-anak dengan layar sentuh, permainan tradisional yang kembali dimainkan di Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa warisan budaya bukan sekadar kenangan.

Facebook Comments Box

Penulis : Budhi

Editor : Wahyu

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kadiknas Bondowoso Tegaskan Seleksi OSN Lebih Baik Setelah Dapat Masukan DPRD
Kunjungan Zulhas Jadi Momentum Rokok 88 Bondowoso Perluas Pasar Nasional Lebih Luas
Perkuat PAD dan Ekonomi Digital, Bapenda Bondowoso Gelar BDD 2026
Jelang Kembali Beroperasi, SPPG Kalianyar Tamanan Benahi Fasilitas, Siap Tingkatkan Layanan Sesuai Standar BGN
Rakor Bareng Komisi IV DPRD Bondowoso, Ini Kata Direktur RSUD Koesnadi
Pembayaran Via Qris dan EDC di Destinasi Wisata Diharapkan Bisa Tingkatkan PAD
Kuatkan Arah Perjuangan Partai Menuju Pemilu 2029, PKB Bondowoso Gelar Kick Off
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Bareng Perhutani KPH Bondowuso Tandatangani PKS

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:46 WIB

Ayo Bermain Tanpa Gadget, Jadi Subtema HAN di Bondowoso

Senin, 20 Juli 2026 - 15:52 WIB

Kadiknas Bondowoso Tegaskan Seleksi OSN Lebih Baik Setelah Dapat Masukan DPRD

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:53 WIB

Kunjungan Zulhas Jadi Momentum Rokok 88 Bondowoso Perluas Pasar Nasional Lebih Luas

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:50 WIB

Perkuat PAD dan Ekonomi Digital, Bapenda Bondowoso Gelar BDD 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 03:59 WIB

Jelang Kembali Beroperasi, SPPG Kalianyar Tamanan Benahi Fasilitas, Siap Tingkatkan Layanan Sesuai Standar BGN

Berita Terbaru

Noris Soleh

Opini

Pesantren dan Dinamika Perkembangan Zaman

Kamis, 23 Jul 2026 - 20:55 WIB