https://limadetik.com/

Akan Jadi Tuan Rumah MTQ ke XXIX, Bupati Baddrut: Pembangunan Sentra PKL Segera Dirampungkan

  • Bagikan
Akan Jadi Tuan Rumah MTQ ke XXIX, Bupati Baddrut: Pembangunan Sentra PKL Segera Dirampungkan
FOTO: Bupati Pamekasan, H. Baddrut Tamam saat mengambil sumpah Pejabat Administrator

PAMEKASAN, Limadetik.com – Pemerintah Kabupaten Pamekasan sebentar lagi akan disibukkan dengan kegiatan Nasional yakni menjadi tuan rumah Musabaqoh Tilawatil Qur’an ke XXIX tahun 2021, tentu hal ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Gerbang Salam.

Namun disisi lain, Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera merampungkan pembangunan sentra pedagang kaki lima (PKL) yang berlokasi di Jalan Kesehatan.

https://limadetik.com/

Harapan dan permintaan tersebut disampaikan Mas Tamam sapaan akrab Bupati Pamekasan saat pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Selasa (10/8/2021) siang.

“Pembangunan sentra PKL yang sudah dirancang sejak tahun 2020, saya memohon ada beberapa target dan kiranya bisa segera diselesaikan, karena ada yang ingin kita capai bersama” katanya saat memberikan sambutan di hadapan para pejabat.

Bupati muda yang selalu turun ke bawah ini menyampaikan, Pamekasan akan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXIX tahun 2021. Pihaknya ingin menunjukkan kepada peserta dari beberapa daerah tentang keberadaan sentra PKL serta pasar yang bersih dan nyaman untuk berbelanja.

“Semoga saja MTQ 2021 ini bisa terlaksana di kabupaten pamekasan, mudah-mudahan tidak virtual. Maksud saya, sentra PKL ini kita tunjukkan kepada masyarakat” tandasnya.

Selain itu, mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu mewanti-wanti kepada para pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) secara umum untuk bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi, segala kebutuhan hidup ASN sudah ditanggung oleh negara.

Dengan tegas Bupati pun menyampaikan, dirinya mempersilahkan kepada pejabat dan ASN yang ingin mendiskusikan tentang kemajuan Pamekasan. Karena sistem kepemimpinan yang tidak berjarak dengan siapapun akan membuat segera persoalan dapat terselesaikan dengan baik.

“Yang mau bekerja sungguh-sungguh, ayo kita diskusi bareng bareng, sebab bagi saya jabatan bukan segala-galanya, tetapi sebagai alat perjuangan, alat pengabdian dan alat untuk membawa kabupaten ini berdaya saing dengan kabupaten maju lain di Indonesia. Saya ini bupati swasta, nggak usah terlalu negeri” ucapnya dengan nada berguyon.

Disamping itu, Tokoh muda Nahdlatul Ulama ini berharap agar pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan dapat menyadari tentang pentingnya waktu dalam segara program yang dirancang.

“Para kabid ini harus taat kepada kepala dinas, karena ketidaktaatan kepada pimpinan adalah bentuk pengkhiatan. Misalnya, untuk rencana sentra PKL tuntas tahun ini. Tapi lemot, itu bagian dari pengkhianatan, karena menghambat kinerja,” tegasnya.

Dikatan Bupati, tentu pejabat yang sengaja memperlambat realisasi program merupakan bentuk pengkhianatan kepada pimpinannya, serta kepada bangsa dan negara.

“Jika lambat dilaksanakan, bisa kehilangan momentum, kalau kehilangan momentum seperti orang mau buka puasa disiapkan pukul 21.00 WIB. Meskipun menunya nikmat, tapi momentumnya sudah lewat, orang sudah berbuka puasa. Sehingga harus sadar momentum dan sadar waktu” tukasnya.

(Atf/Yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan