oleh

ARTIKEL: Merosotnya Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

Oleh             : Abd Ramdan Saleh Mahasiswa : IAI Ibrahimy Banyuwangi  Prodi            : Pendidikan Agama Islam


Pada akhir tahun 2019 adalah awal ketidak masimalanyan proses pembalajaran, karna pada akhir 2019 tahun kemunculan sebuah penyakit yang di namai dengan Covid 19. Dan sejak itu juga pemerintah menganjurkan kita untuk tetap di rumah agar bisa menjaga kondisi kesehatan kita,dan agar terhindar dari penyakit Covid 19.

https://limadetik.com/

Pemerintah melarang kita tidak lain demi kesehatan kita juga dan demi terhindarnya bangsa kita dari Covid-19 dan bahkan pemerintah bekerja sama dengen pihak medis. Dengan adanya social distancing, memakai masker,dan cuci tangan. Dan samapai pemerintah membuat peraturan agar sekolah di rumah atau yang kita kenal dengan daring/online.

Dengan adanya covid 19 dan peraturan pemerintah untuk belajar di rumah, yang mana ini dapat membuat pendidikan tidak maksimal dan sangat menjadi beban bagi peserta didik, dan juga menjadi beban kepada para guru yang di mana setiap malam sibuk membuat tugas untuk peserta didik dan peserta didik pun mengeluh dengan sekian banyaknya tugas dari tiap guru.
Hinga peserta didik banyak yang meninggalkan pelajaran dengan di ganti bermain geme online, yang mana ini secara tidak langsung dapat memperbodoh peserta didik.

Dan bahkan, bukan hanya sekolah tapi pesanteren juga akhirnya tidak normal untuk belajar secara langsung kepada guru/ustad sedangkan ada sabda Rosul belajar tampa guru itu gurunya setan.meskipun disisi lain, sebenarnya ada guru tapi dampak kepada peserta didik tidak lagi pada guru dan buku belajar melainkan kepeda google. kita tau belajar kepda google itu tidak ada sanad keilmuanya dan bahkan di google banyak aliran aliran sesat dan menyesatkan.

Seharusnya, kita mencari jalan keluar agar tetap belajar kepda guru dan besekolah tapi dengan kodisi tetap sehat dengan adanya peraturan memakai masker, cuci tangan dan social distancing (jaga jarak). Ini sebenernya adalah tanda bahwasanya secara tidak langsung kita sudah di beri cara agar terhindar dari covid.

Dengan adanya sekolah online bisa membuat kita tidak dekat dengan teman sekelas, kepda guru, mematahkan toleransi dan membuat kita acuh tak acuh dengan teman yang ada di sekitar.

Disisi lain memang ada fosirtifnya seperti mengurangi uang bensin buat peserta didik yang jauh dari sekolah dan juga agar kesehatan kita tetap seperti yang di inginkan. tapi menurut beberapa sekolah yang saya tanyakan ini lebih banyak negatifnya,dan kita tau semua peserta didik belum tentu semuanya memiliki hp. lantas mereka akan kesusahan untuk mendapatkan imformasi dari sekolah, pondok maupun kampus.

Covid 19 ini bisa membuat kita patah semangat untuk belajar, karna penyebabnya tedak bisa bergaul dengan teman secara lansung dan tidak bisa bergaul dengan orang lain, sedangkan kita tau bagaimana dengan siswa atau mahsiswa baru mereka tidak dengan leluasa memperoleh teman dan tidak bisa begitu akrab dan bahkan dengan teman dekatnya mereka sulit untuk mendapat jaringan baru, bisa saja kita katakan adanya covid dan aturan pemerinta ini dapat menghambat silaturahmi dengan teman baru atau teman lama.

Siswa ataupun mahasiswa dan santri itu ingin mremiliki banyak jaringan tapi apakah mereka akan memperoleh banyak jaringan sedangkankan kita diatur pemerintah dengan adanya peraturan belajar dirumah,kerja dirumah, dan ibadah di rumah.

Akibat belajar di rumah menejemen pendidikan juga ikut tidak maksimal,maka untuk pembangunan pembangunan atau pelaksaan acara sekolah maka tidak akan begitu menarik,menejemen pendidikan berfungsi dengan adanya empat dasar landasan yaitu pellaning, organizing, implementation, dan controlling.

Maka dengan terjadinya kerusakan menejemen membuat sekolah tidak begitu maju, untuk di sosialisakan kepadan calon siswa maupun mahasiswa atau santri.

Komentar

Berita Terkini