Nasional

BPPKB Gelar Pelatihan Pendataan Berbasis Digital di Desa Dukuhsari

×

BPPKB Gelar Pelatihan Pendataan Berbasis Digital di Desa Dukuhsari

Sebarkan artikel ini
BPPKB Gelar Pelatihan Pendataan Berbasis Digital di Desa Dukuhsari

SIDOARJO, LimaDetik.Com – Pemeritah Desa (Pemdes) Dukuhsari, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo bekerja sama dengan Badan Pembina Pembantu Keluarga Berencana (BPPKB) gelar kegitan pelatihan komputer berbasis data, Selasa (16/3/2021).

Menurut Ikhwan Widodo SE. Kepala Desa Dukuhsari, kegiatan tersebut diadakan oleh Badan Pembina Pembantu Keluarga Berencana (BPPKB) dengan agenda setiap tahun dengan orientasi tingkat desa bagi kader untuk memberikan laporan kepada pemerintah dalam hal ini di bidang pengendalian penduduk.

“Jadi kader-kader ini di bimbing untuk mendata masyarakat terutama usia produktif bagaimana perkembangannya dan kekurangannya pendataan ini, dengan pembagian di usia, seperti usia lanjut, balita dam usia produktif.” katanya, Rabu (17/2/2021).

Melihat pentingya data lanjut Ikhwan maka p[ihaknya melakukan pelatihan dalam hal memasukkan data di komputer yang telah terintegrasi dengan jaringan milik pemerintah pusat. Kegiatan ini dilakukan di pendopo Balai desa Dukuhsari kecamatan Jabon.

“Agar ketika kita hendak mengimput data pada komputer, maka ini akan langsung terkoneksi ke pemerintah pusat. Kegiatan ini diikuti sekitar lima puluh peserta dan sudah berlangsung sejak Selasa 16 Maret 2021 kemarin” ujarnya.

Sementara itu Drs. A. Udin dari kepala pembina pendataan mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam rangka pendataan keluarga tahun 2021. Sebelum pelaksaan pendataan pihaknya adakan orientasi atau pembekalan di tingkat desa atau kader pendata.

“Sehingga pada saat pelaksanaan, teman-teman tidak mengalami kendala dalam melakukan pendataan karena tahun 2021 menggunakan dua sistem yaitu manual atau formulir dan digital melalui smartphone. Dan saya harapkan masyarakat membantu para petugas sehingga nantinya didapatkan data yang valid dan akurat” tegasnya meminta.

(msa/yd)