https://limadetik.com/

BRI Cabang Sumenep Bungkam, Kadiskop UKM: Tidak Pernah Digubris

  • Bagikan
AddText 12 22 11.01.10
Audiensi Diskop Sumenep bersama aktivis dan perbank kan

SUMENEP, LimaDetik.Com – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sumenep, Jawa Timur dinilai mempersulit masyarakat terkait data penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Sumenep, Madura, Sustono sebut Bank Republik Indonesia (BRI) Cabang setempat cenderung merahasiakan data penerima program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

https://limadetik.com/

“Kami kesulitan untuk memperoleh akses data penerima BPUM siapa saja yang dapat di BRI. Sebab selama ini BRI merahasiakan soal data penerima” katanya, Selasa (22/12/2020) sesaat setelah acara diskusi selesai bersama JPKP di Hotel de’Baghraf.

Menurut Sustono, pihaknya telah berulang kali menyurati bank tersebut. Akan tetapi pihak bank tidak menggubris. Dan terkesan mengabaikan surat yang dikirimnya.

“Sudah berapa kali kami menyurati BRI, yang jelas saya memberikan surat tidak pernah dijawab,” ujarnya.

Baca Juga: Karut Marut Bantuan BPUM di Sumenep, Kadiskop Dicecar Sejumlah Pertanyaan Aktivis JPKP

Sementara itu, pihak BRI Cabang Sumenep ketika hendak diawancarai media terlihat enggan, kendati saat itu perwakilan Bank BRI juga menghadiri audiensi terkait polemik penyaluran BPUM tersebut.

“Mohon maaf ini bukan kewenangan kami,” tukasnya buru-buru menghindari dan meninggalkan para wartawan yang sudah lama menunggunya.

Di luar sana malah beredar rumor BRI Cabang Sumenep sebagai penyalur program BPUM diduga bermain data penerima BPUM tanpa ada koordinasi dengan Dinas terkait.

Berbeda dengan pihak Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Sumenep kendati hanya diwakili bagian pemasarannya Imam Faqih As Shiddiqi namun ia masih mau memberikan sedikit keterangan kepada pihak media terkait jumlah penerima BPUM.

“Kami di BNI selalu memberikan pelayanan bagi setiap masyarakat yang menerima BPUM, bahkan warga dari kepulauan seperti Arjasa dan yang lainnya kami utamakan ketika mereka datang ke BNI untuk proses pencairan bantuan BPUM tersebut” terang Shiddiqi perwakilan BNI Cabang Sumenep.

Ia pun memaparkan jumlah penerima BPUM yang masuk melalui BNI sebanyak 25.524 orang,  kemudian 101 yang diketahui orangnya sudah meninggal dunia dan 1550 pindah domisili.

“Dari 25.524 penerima BPUM terdaftar di BNI Cabang Sumenep saat ini 17.759 penerima yang sudah mencairkan. Jadi semuanya kami layani persyaratannya pun tidak sulit jika berkas sudah kami cek seperti Nomer NIK KTP dan keterangan lainnya dari Desa maka langsung cair” tukasnya.

(yd/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan