Bupati Fauzi: Literasi Bukan Sekadar Program, Tapi Gerakan Bersama Hingga Pelosok Desa
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa penguatan literasi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bukan sekadar program seremonial, melainkan gerakan bersama yang harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama insan pers dan pelaku media.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Fauzi saat ditemui di rumah dinasnya, Jumat (26/2/2026). Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, literasi menjadi benteng utama agar masyarakat tidak mudah terjebak hoaks, disinformasi, maupun konten negatif.
“Berkaitan dengan literasi di Kabupaten Sumenep ini seharusnya menjadi tugas bersama, lebih-lebih bagi insan pers dan pelaku media turut ambil bagian dari hal tersebut,” ujar Fauzi.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun budaya baca dan tulis. Peran media dinilai strategis, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran publik tentang pentingnya literasi sejak usia dini.
Ia menekankan bahwa gerakan literasi harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk hingga ke pelosok desa dan wilayah kepulauan. Sebab, akses informasi yang semakin terbuka harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memilah dan memahami informasi secara kritis.
“Maka harapan kami, sosialisasi literasi harus disampaikan hingga pelosok desa. Karena ini sangat begitu penting agar literasi tetap terus dijaga,” katanya.
Bupati Fauzi juga mengapresiasi langkah Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Sumenep yang dinilainya konsisten mendorong budaya literasi, khususnya di kalangan pelajar.
Kegiatan-kegiatan literasi yang menyasar sekolah dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang cerdas dan berdaya saing.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada DPC PWRI Sumenep yang terus peduli dalam menjaga literasi di kalangan pelajar,” tuturnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap sinergi antara pemerintah, insan pers, lembaga pendidikan, komunitas literasi, dan masyarakat semakin diperkuat.
Dengan kolaborasi yang solid, literasi tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar tumbuh sebagai budaya yang mengakar di tengah masyarakat.
Di era digital saat ini, literasi bukan lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan berpikir kritis, memahami konteks, serta menggunakan informasi secara bijak.
Bagi Sumenep, membangun literasi berarti menyiapkan fondasi kuat bagi lahirnya generasi masa depan yang tangguh dan kompetitif.












