https://limadetik.com/

Cuaca Buruk, Ratusan Warga Kepulauan Terancam Golput Pada Pilkada 9 Desember

  • Bagikan
20191106 081358 e1607337282403
Penumpang KM Darma Bahari Sumekar III di pelabuhan kalianget (foto.dok. Limadetik.com)

SUMENEP, LimaDetik.Com – Ratusan warga kepulauan baik Sapeken, dan Arjasa terancam tidak bisa menyalurkan hak pilihnya pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep pada 9 Desember 2020 yang akan datang.

Hal itu disebabkan tidak beraktivitasnya kapal penyeberangan rute Pelabuhan Kaliangat – Kepulauan. Penangguhan pelayaran oleh Kesahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kalianget Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dikarenakan cuaca buruk sejak beberapa hari terakhir.

https://limadetik.com/

“Kami sudah tanya kepada bagian sahbandar pelabuhan. Katanya seluruh aktivitas pelayaran antar pulau ditunda sejak 6 Desember 2020 karena gelombang tinggi” kata Muhsin, Warga Desa Pagerungan Kecil Kecamatan Sapeken, Senin (7/12/2020) kepada media ini.

Muhsin mengatakan, mereka juga hanya bisa pasrah saat situasi cuaca seperti saat sekarang ini. Sebab menurutnya kendatipun ada kapal yang diberangkatkan pihak sahbandar di pelabuhan kalianget mereka masih mikir-mikir untuk berlayar karena cuaca yang buruk.

“Pastinya pihak perhubungan dalam hal ini bagian sahbandar kaliangat tidak akan berani juga untuk memberangkatkan kapal dalam situasi cuaca seperti sekarang ini. Karena jika melihat kencangnya angin kami juga tidak berani naik kapal kalaupun kami orang kepulauan” terangnya.

Lebih lanjut Muhsin menjelaskan, jika cuaca masih tetap seperti sekarang ini pihaknya sudah memastikan tidak akan bisa ikut menyalurkan hak pilihnya pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep 9 Desember nanti.

“Ya mau bagaiman lagi, karena faktor alam seperti ini tidak boleh tidak hak suara kami tidak bisa tersalurkan. Andai saja ada kemudahan dari pihak KPU Sumenep agar kami bisa memilih di daratan karena tidak bisa pulang tentunya kami akan sangat senang bisa ikut berpartisipasi dalam pilkada tahun ini. Apa lagi besok sudah tanggal 8, sedangkan pelaksanaan pilkada 9 Desember” terangnya.

Terakhir Muhsin meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Sumenep agar kiranya bisa memikirkan nasib mereka yang saat ini tengah berada di pelabuhan kaliangat karena harus menginap di ruang tunggu atau kantor sahbandar.

“Kita semua hanya minta kepada pemerintah sumenep, agar kasihani kami lah yang saat ini hanya bisa pasrah di terminal tunggu pelabuhan. Yang pasti jika ini sampai berapa hari lagi cuaca tetap begini kami sudah tidak tahu lagi harus makan apa. Karena bekal sudah mulai menipis” pungkasnya.

(yd/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan