Artikel

Dampak Investor Muda di Pasar Modal Indonesia

×

Dampak Investor Muda di Pasar Modal Indonesia

Sebarkan artikel ini
Dampak Investor Muda di Pasar Modal Indonesia
Haikal Sya'bana

Dampak Investor Muda di Pasar Modal Indonesia

Oleh : Haikal Sya’bana
Unversitas Muhammadiyah Malang

______________________________

ARTIKEL – Ingin menjadi pengusaha sukses pada usia muda ini adalah cita-cita generasi milenial saat ini. Banyak generasi muda saat ini sudah mulai memikirkan dengan serius dan belajar ilmu dengan tekun, dan juga mulai berfikir ke depan untuk mencari peluang usaha dan merencanakan keuangan, yaitu dengan berinvestasi juga mulai mencoba membuka usaha.

Oleh karena itu, pasar modal di Indonesia semakin membaik dan bertambah peminatnya setiap tahun. Pada tahun 2017 investor yang berusia 25 tahun ke bawah meningkat menjadi 2.396 jiwa dan berhasil menjadi urutan ke dua sesudah investor yang berusia 41 tahun ke atas.

Investor pasar modal saat ini jumlahnya meningkat menjadi 6,7 juta investor, dan dari 3 juta investor 45,7% adalah investor saham yang meningkat tinggi hampir 200% saat sebelum virus corona berada di indonesia. Rata-rata transaksi perdagangan oktober 2021 mencapai 13,5 triliun meningkat kurang lebih 50% di bandingkan tahun sebelumnya yaitu 9,2 triliun.

Oktober akhir 2021 investor pasar modal meningkat menjadi 6,7 juta investor atau meningkat 7,5 kali lipat pada 2016. Diantara itu juga terdapat investor saham yang melonjak sebesar 1,4juta menjadi 3juta investor atau meningkat menjadi 5,7 kali lipat pada tahun 2016.

Meningkatnya hal ini, dilanjutkan dengan bertambahnya investor aktif yang bertransaksi. Meningkatnya 111 investor menjadi 200ribu investor aktif pada priode yang sama. Dan investor ritel juga meningkat menjadi 57%. Walaupun pada saat pandemi, hal ini tidak mengurangkan minat perusahaan dan generasi muda untuk tidak berinvestasi di pasar modal.

Tercatat sudah sampai 40 perusahaan yang sudah mencatat sahamnya yaitu sebesar 32,2 triliun. Dana yang di himpun itu merupakan dana ter tinggi 10 tahun terakhir ini.

Investor muda dominasi pasar modal Indonesia, Pertumbuhan investor pasar modal Indonesia pada awal 2021. 31 agustus 2021 bertambah 2 juta lebih baru pasar modal. Rekor ini tercapai hanya dalam kurun waktu 8 bulan, jumlah ini melonjak hampir 2kali lipat dari pencapaian tahun lalu tercatat sebanyak 590ribu SID baru.

Pencapaian tersebut meningkatkan total investor pasar modal Indonesia meningkat menjadi 6,4juta investor pada akhir september 2021, jumlah ini adalah rekor tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Hal tentunya berdampak positif terhadap kinerja pasar modal Indonesia. Dan juga membuat distribusi investor semakin bertambah.

Maret 2022, 60,18% dari 8,4 juta investor pasar modal di Indonesia berasal dari generasi milenial yang berumur di bawah 30 tahun. Walaupun jumlahnya paling banyak, namun aset kalangan kalangan muda ini terendah, yaitu berjumlah Rp49,77 triliun. Posisi kedua ditempati oleh investor pasar modal berusia 31-40 tahun dengan proporsi sebesar 21,61%. Kemudian, sebanyak 10,39% investor berusia 10,39%. Ada pula 5,04% investor yang berusia 51-60 tahun.

Maret 2022, 60,18% dari 8,4 juta investor pasar modal di Indonesia berasal dari generasi milenial yang berumur di bawah 30 tahun. Meskipun jumlahnya paling banyak, namun aset kalangan kalangan muda ini terendah, yaitu berjumlah Rp49,77 triliun. Posisi kedua ditempati oleh investor pasar modal berusia 31-40 tahun dengan proporsi sebesar 21,61%. Kemudian, sebanyak 10,39% investor berusia 10,39%. Ada pula 5,04% investor yang berusia 51-60 tahun.

Mustika Ridwan adalah salah satu investor milenial menyatakan sudah memulai investasi deposito berjangka bernominal Rp 200.000 per bulan dengan tenor satu tahun sejak kuliah. Dari kebiasaan itu, dia mulai terbiasa menabung dan berinvestasi sejak memasuki dunia kerja.

Dia adalah salah satu karyawan start up yang berbasis di Ibu Kota. Dia memulai dengan mengumpulkan dana darurat di deposito dengan tenor satu hingga tiga bulan dengan opsi (automatically roll over). Pemilihan tenor ini supaya lebih mudah dicairkan jika ada keperluan mendadak.

Pada tahun 2016, dia mulai berinvestasi aset pertamanya dengan cara menyicil membeli sebuah tanah perkebunan pohon Jati. Dia sadar, bahwa keperluan tanah akan semakin lama akan semakin meningkat dan bisa digunakan sampai tua nanti.

Riko usia 27 tahun yang berasal dari kota tenggarong. Dia adalah contoh mahasiswa yang sukses membiayai kuliah dari saham dan pasar modal, kesehariannya dia dihabiskan untuk kuliah dan melakukan berbagai riset di bidang teknologi informasi dan dia juga sering mengikuti seminar, work shop yang diadakan oleh mandiri sekuritas.

Yang mengadakan work shop terkait trending online yang menginspirasinya untuk ikut trading online mandiri sekuritas itu seorang supir taksi yang bernama bapak abdullah. Yang bisa menyimpan uang dari trading online untuk membeli mobil yang digunakan untuk bisnis taksi onlinenya.

Riko memberanikan diri mendaftar di MOST online disitulah dia mengenal trading online mandiri sekuritas satu-satunya pendapatan aktifnya adalah dengan trading online. Dan juga berpesan pada anak muda biar terjebak oleh investasi bodong dan biar bisa untung dari trading online ini jangan belajar fundamental perusahaan dahulu tapi belajarlah dari kalian sendiri.