Nasional

Desa Montorna Dilanda Kekeringan, Ini Cara Jitu Bupati Sumenep Mengatasinya

×

Desa Montorna Dilanda Kekeringan, Ini Cara Jitu Bupati Sumenep Mengatasinya

Sebarkan artikel ini
Pemkab Sumenep Siapkan Call Center 112 untuk Permudah Layanan Masyarakat
FOTO: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH.MH

SUMENEP, LimaDetik.Com – Musim kemarau selalu menjadi sebuah ancaman bagi daerah yang sering dilanda kekeringan. Salah satunya di Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Bahkan, ketika musim kemarau tiba, tidak hanya kebutuhan air untuk persawahan di Desa tersebut yang sulit didapatkan, melainkan masyarakat juga kesulitan mendapatkan air bersih.

Tak mau menjadi beban bagi masyarakatanya, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH, segera bertindak dan langsung melakukan peninjauan dan mencarikan solusi agar masyarakat Desa Montorna, tidak lagi kesulitan dalam mendapatkan air bersih.

“Ini adalah bagian yang terpenting kami fikirkan, dan saya mencoba untuk mencarikan solusi bagi masyarakat Desa Montorna agar setiap musim kemarau tidak kesulitan air bersih” katanya, Kamis (10/6/2021).

Bupati melanjutkan, bahwa dirinya telah memanggil Dinas terkait untuk segera membangun embung air di Desa Montorna. Sehingga, pada saat musim kemarau mereka tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Dan cara ini adalah solusi yang paling tepat dilakukan.

“Saya langsung mengambil inisiatif untuk selanjutnya membangun komunikasi dengan pihak Kementerian yang berkaitan, dan Alhamdulillah sudah ada respons dari Kementerian PUPR, dan akan dibangun tahun 2021 ini” ujar Bupati yang ramah ini.

Untuk rencananya menurut Bupati Fauzi, pembangunan embung Montorna saat ini posisinya sudah melalui proses lelang. “Karena proyek ini dibiayai APBN, proses lelangnya dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Brantas di Surabaya,” paparnya.

Ketua PDIP Kabupaten Sumenep ini berharap, dengan dibangunnya embung Montorna ke depan masyarakat Montorna tidak lagi terlalu kesulitan mendapat air. Baik itu kebutuhan terhadap air irigasi maupun air baku.

“Harapan kami tentu dengan dibangunnya embung di Montorna, air hujan (ketika musim hujan, red) tidak terbuang percuma, tapi bisa ditampung dan dimanfaatkan ketika musim kemarau, sehingga tidak ada lagi kekeringan yang terjadi” pungkasnya.

(yd/yd)