UA-110482044-1, G-W7VVX1GT8W

Dinsos P3A Sumenep Verval 3416 Permakanan Lansia dan Disabilitas

Dinsos P3A Sumenep Verval 3416 Permakanan Lansia dan Disabilitas
FOTO: Kadis Sosial P3A Sumenep, Drs.Achmar Dzulkarnai

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Sebanyak 3416 warga lanjut usia (lansia) dan disabilitas dilakukan verifikasi validasi (verval) oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep untuk mendapatkan bantuan permakanan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep Drs. Achmad Dzulkarnain mengatakan, anggaran bantuan permakanan untuk lansia dan disabilitas sepenuhnya akan dikelola oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas).

“Verval ini masih akan kita kirim ke Pusat, yang menentukan nanti pusat. Kalau dari Dinsos yang sudah dilakukan verval ada 3191 untuk lansia dan 225 disabilitas, jadi totalnya 3416” kata Kadinsos, Kamis (1/12/2022).

Baca Juga :   Dugaan Penganiayaan Terhadap LSM Oleh Oknum Anggota DPRD, Begini Tanggapan Panasihat PWI Sampang

Bantuan permakanan untuk lansia dan disabilitas kata Kadinsos akan ditangani langsung oleh Pokmas yang ada. Jatah permakanan per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp 21.000 ribu, ditambah ongkos antar Rp 1.000 ribu.

“Dinsos tidak tahu menahu kalau urusan anggarannya, sebab dananya masuk langsung ke rekening Pokmas yang akan memberikan makan sebanyak dua kali sehari. Dinsos hanya akan mengawasi dan mengarahkan Pokmas berdasarkan petunjuk Kementerian” tegasnya.

Dalam permakanan ini, ada 26 Pokmas yang akan mengelola, masing masing Kecamatan ada 1 Pokmas dengan jumlah lansia dan disabilitas yang berbeda beda tiap wilayah.

Baca Juga :   Insan Genre Sumekar Gelar Kegiatan Genre Baper

“Kecamatan dengan jumlah terbanyak lansia dan disabilitasnya yakni Kecamatan Kalianget, dengan jumlah 335 KPM, kemudian Ambunten 288 KPM. Dan yang paling sedikit ada di Kecamatan Masalembu hanya ada 4 orang. 3 lansia dan 1 disabilitas, jadi disatukan dengan Kecamatan Raas” ungkapnya.

Bang Zul sapaan akrabnya berharap, dengan program permakanan untuk lansia dan disabilitas ini, diharapkan bisa meringankan beban keluarga. Dan keberadaan lansia juga disabilitas di Kabupaten Sumenep diharapkan masyarakat ikut memberikan perhatian.

“Lansia dan disabilitas pada dasarnya, disamping pemerintah yang peduli, masyarakat setempat juga dan elemen masyarakat lainnya harus ikut peduli. Paling tidak laporkan pada kami (Dinsos) jika memang menemukan atau melihat lansia dan disabilitas yang belum tersentuh bantuan pemerintah” tukasnya.

Baca Juga :   Kamenag Chaironi Hidayat: Semua Jamaah Haji Asal Sumenep dalam Keadaan Sehat
Penulis: WahyuEditor: Suwandi

Tinggalkan Balasan