https://limadetik.com/

Dua Gudang Tembakau di Sumenep Mulai Lakukan Pembelian Pasca Penetapan BEP

Penulis: WahyuEditor: Suwandi
  • Bagikan
Dua Gudang Tembakau di Sumenep Mulai Lakukan Pembelian Pasca Penetapan BEP
FOTO: Kadis Pertahortbun Arif Firmanto, S.TP, M.Si

SUMENEP, Limadetik.com – Dua gudang tembakau di Sumenep mulai melakukan pembelian atau penyerapan setelah penetapan Break Event Point (BEP) atau Biaya Pokok Produksi (BPP) oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Penetapan tersebut dibagi menjadi tiga bagian.

Penetapan Break Event Poin (BEP) atau Biaya Pokok Produksi (BPP) tersebut dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berdasarkan hasil rapat Disprindag, Dispertahortbun, APTI dan Pabrikan atau perwakilan pabrikan Guluk-guluk serta Gapoktan dan Petani tembakau di Sumenep.

https://limadetik.com/

Hal itu disampaikan langsung Arif Firmanto, S,ST, M.Si, selaku Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep, ia menuturkan, berdasarkan hasil rapat beberapa waktu lalu, BEP tembakau tahun 2021, untuk tembakau gunung Rp. 49. 450 ribu, tegal gunung Rp. 45.173 ribu dan tembakau sawah tegal Rp. 30.576 ribu.

“BEP/BPP ini sudah disesuaikan dengan melihat kualitas tembakau di masing-masing lokasi. Kami berharap petani benar-benar menjaga kualitas tembakaunya dan tidak dicampur dengan benda lain, agar harganya sesuai ketentuan” kata Arif, Jumat (23/8/2021).

Menurut Arif, untuk saat ini sudah ada dua gudang yang telah buka dan menyerap tembakau di Kabupaten Sumenep, yakni PT. Gelora Djaja Desa Ketawang Laok Kecamatan Guluk-guluk dan gudang Wismilak PT. Dipta Giri Sentosa di Jalan Trunojoyo, Desa Gedungan.

“Pembelian atau penyerapan sudah dimulai, ada dua gudang. Kedua gudang itu telah melakukan pembelian tembakau rajangan setelah mengajukan perizinan kepada Bupati Sumenep” terangnya.

Lebih lanjut Arif mengatakan, Gudang tembakau PT. Gelora Djaja berencana membeli tembakau warga Kabupaten Sumenep dengan jumlah sekitar 300 ton, sedangkan PT. Dipta Giri Sentosa sekitar 1.500 ton.

Sementara itu kata Arif, luas tanam tembakau di Kabupaten Sumenep pada tahun 2021 mencapai 9.811 hektare. Ada penambahan atau peningkatan daripada tahun 2020 sebelumnya yang mencapai 8.649 hektare.

”Ada peningkatan dari tahun sebelumnya, kenaikan luas tanam tembakau itu sekitar 1.162 hektare. Peningkatan ini karena partisipasi masyarakat untuk menanam tembakau semakin meningkat meski di tengah pandemi COVID-19” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan