Dua Punggawa LSM Sampang Serius Kawal Kasus Dugaan Penggelapan Honor BPD Karang Gayam

Dua Punggawa LSM Sampang Serius Kawal Kasus Dugaan Penggelapan Honor BPD Karang Gayam
FOTO: H. Suja'i (Kanan) Ketua L-KPK dan Badrus Sholeh Ruddin, SH (Tengah) Ketua PAPEDA saat menghadap Unit III Tipikor Polres Sampang.

LIMADETIK.COM SAMPANG – Keseriusan dua lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yakni Pemuda Peduli Desa (PAPEDA) dan Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) dalam mengawal kasus dugaan penggelapan honor BPD Karang Gayam oleh mantan Kepala Desa setempat ke ranah hukum.

Saat ini dugaan kasus tersebut memasuki tahap penyidikan, dimana satu persatu anggota BPD Karang gayam dipanggil penyidik Unit III Polres Sampang guna dimintai keterangan.

Sebelumnya 2 anggota BPD dipanggil Penyidik Unit III Polres Sampang, kemudian pada Sabtu (9/11) pemanggilan terhadap Wakil dan Sekretaris BPD Desa Karang Gayam.

Saat dikonfirmasi salah satu dari keduanya menyampaikan dalam pemeriksaan dicerca 19 pertanyaan di ruang Penyidik.

“Kurang lebih 19 pertanyaan saat saya menjalani pemeriksaan, dan saya jawab sesuai fakta yang ada,” tutur Basit selaku mantan Sek BPD Desa Karang Gayam.

Terpisah, Kanit lll Polres Sampang, Ipda Indarta H, S.H, M.H, saat dikonfirmasi pada waktu lalu terkait kasus dugaan penggelapan honor BPD, menyampaikan semua anggota BPD dari desa tersebut, akan kami panggil untuk dimintai keterangan.

“Pastinya iya, semua akan kami panggil ke Polres untuk dimintai keterangan, termasuk mantan Kepala Desa Karang Gayam juga,” kata Indarta.

Terbukti, 6 anggota BPD Desa Karang Gayam termasuk Wakil Ketua dan Sekretaris BPD sudah menjalani pemeriksaan di Polres Sampang.

Warnindah yang merupakan anggota BPD Desa Karang Gayam juga dipanggil dan dimintai keterangan pada Kamis kemarin tepatnya (10/11/2022).

“Alhamdulillah, Sayapun sudah memberikan keterangan sesuai pertanyaan yang disampaikan oleh pak polisi di ruangan Tipikor Polres Sampang,” kata Warnindah.

Sementara itu Ketua Lembaga KPK (L-KPK) Mawil Sampang H.Suja’i mengatakan, proses pemanggilan yang dilakukan oleh Penyidik terhadap anggota BPD ada 6 orang namun hanya 5 bisa memenuhi panggilan.

“Terhitung 9 anggota BPD dan 6 orang sudah menjalani pemeriksaan, namun 1 diantaranya tidak bisa hadir memenuhi panggilan, karena masuk rumah sakit,” tutur Suja’i.

Dalam kasus dugaan penggelapan honor BPD yang lakukan mantan Kepala Desa Karang Gayam itu kami serahkan pada Penyidik bagian Tipikor Polres Sampang.

“Saya pasrahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada penegak hukun Polres Sampang, karena saya yakin pihak kepolisian akan bekerja secar profesional,” tambahnya.

Terpisah Badrus Sholeh Ruddin. SH ketua PAPEDA juga menaruh harapan besar kepada penegak hukum, dimana merekalah tonggak keadilan, tapi sebelum masuk pokok perkara penyidik harus memahami hubungan Kepala Desa dengan BPD dalam pemerintahan Desa, bagaimanapun fungsi dan wewenang BPD di Desa adalah mengawasi pelaksanaan DD dan ADD.

“Mereka bekerja berat sesuai tugas dan fungsinya, namun tidak diberikan honor atau tunjangan, menurut saya tak jauh beda mantan Kades itu dengan penguasa otoriter di Zaman Penjajahan,” ucap Badrsus pada Limadetik.com, Sabtu (12/11/2022).

Pihaknya, termasuk L-KPK sangat serius kawal kasus dugaan penggelapan honor BPD yang dilakukan mantan Kades setempat ini hingga selesai.

“Saya berharap penyidikan berjalan objektif sehingga supremasi hukum benar benar diterima dan dirasakan oleh para korban,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan