SAMPANG, limadetik.com — Mencuatkan konflik kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sampang terus disoal. Konflik yang belum tuntas tersebut menuai kritik tidak maksimalkan komunikasi ketua KNPI Sampang yang lama, terhadap mayoritas Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) di Kabupaten Sampang.
Menurut Zaifullah salah satu kandidat calon yang lolos sarat administarasi dalam Musda KNPI Sampang beberapa bulan lalu, ia menjelaskan gagalnya Musda yang tidak sampai selesai dan berakhir ricuh menjadi salah satu indikator bahwa H. Wasik sebagai Ketua KNPI Sampang gagal melakukan komunikasi pada OKP yang berada di Kabupaten Sampang, Rabu (28/8/2019).
“Musda belum selesai, malah KNPI Sampang tanpa koordinasi dengan OKP yang ada sudah ditunjuk tim careteker yang legalitas SK nya masih belum jelas. Hal ini menjadi presiden buruk bagi pengelolaan KNPI Sampang dibawah nahkoda ketua yang lama,” jelas Zaifullah yang akrap disapa Gus Ipul.
Lebih lanjut kata Ipul yang pernah menjabat ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indobesia (PC. PMII) Kabupaten Sampang, ia mengatakan dari carut-marutnya kepengurusan KNPI Sampang ada lima hal yang perlu saya sampaikan pada publik.
Pertama saya sebagai kandidat dan mantan ketua PC PMII Sampang, sangat kecewa dengan belum jelasnya SK careteker hingga saat ini belum ada SK. Kedua di periode careteker ini, jabatan Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Sampang otomatis dijabat ketua KNPI lama, apakah itu juga legal.
Ketiga gagalnya Musda kemaren menjadi catatan penting bagi ketua KNPI Sampang lama yang tidak bisa menyelesaikan Musda, bahkan dari forum peserta Musda yang di tuntut laporan pertanggungjawaban selama menjabat ketua KNPI Sampang belum dipertanggungjawabkan di internal KNPI Sampang.
Keempat, konflik kepegurusan KNPI Sampang saat ini patut dievaluasi bersama OKP yang ada di Kabupaten Sampang, jika hanya ditentukan ketua lama saja, maka saya yakin tidak akan pernah kondusif dan yang kelima.
“Jika KNPI Sampang terus manajemennya seperti ini, lebih baik dibekukan saja, karena masih banyak Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) di Sampang yang lebih efektif”. tambah Ipul. (NOR/YT)