https://limadetik.com/

Gelar Reses, Ra Nasih dicurhati Petani Soal Sulitnya Mendapatkan Pupuk

  • Bagikan
IMG 20201110 WA0082 e1604996921135

BANGKALAN, LimaDetik.Com – Reses menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat, baik tingkat daerah, provinsi hingga pusat.

Sebagaimana reses III Tahun 2020 digelar Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur (Jatim), H Mohammad Nasih Aschal di Desa Serabi Bara Kecamatan Modung Kabupaten Bangakalan, Jawa Timur tepatnya di Yayasan Pondok Pesantren Al-Azhar Desa Serabi Barat Kecamatan Modung.

https://limadetik.com/

Masyarakat Desa Serabi Barat mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupup pada masa tanam tahun ini, seperti yang diungkapkan Mashuri, anggota Kelompok Tani Desa Serabi Barat.

Menurutnya petani amat sulit mendapatkan Pupuk jikapun ada harganya sangat mahal.

Selain soal Pupuk, Mashuri mengatakan jika Harga jual hasil Tani dan harga beli tidak seimbang, harga jual murah harga beli mahal sementara Harga tetapi untuk membeli pestisida (obat pembasmi hama) dan obat-obatan lain tidak terjangkau.

“Saya punya anak yang sedang sekolah dan biayanya dari hasil bertani, lalu kalau hasil bertani hanya cukup untuk makan bagaimana saya membiayai anak saya sekolah,” imbuh Ra Nasih sapaan akrabnya.

Selain Masalah pertanian, fasilitas pendidikan juga menjadi keluhan masyarakat, salah satunya tentang belum adanya gedung Madrasah Aliyah Al-Azhar.

“MA Al-Azhar berdiri sejak 2001, tapi sampai sekarang belum punya gedung,” Ucap Pengasuh PP Al-Azhar KH. Abdul Wahed.

Selain itu Tenaga Pendidik yang ada Honornya jauh dibawah layak.

“Guru ngaji ini jarang diperhatikan oleh Provinsi Jawa Timur, meski selama ini diperhatikan oleh Pemerintah Daerah melalui Insentif Guru ngaji. Tetapi hal itu dirasa tidak cukup,” timpal KH Abdul Wahed.

Menanggapi berbagai persoalan yang dikeluhkan oleh Petani Serabi Barat, H Mohammad Nasih Aschal mengungkapkan, setiap keluhan yang disampaikan masyarakat Serabi Barat akan dibahas di internal Fraksi.

“Agar teman-teman fraksi dapat bersuara di Komisi yang membidangi masing-masing kelurahan itu,” imbuhnya.

Sementara untuk fasilitas pendidikan dan tenaga pendidik, pihaknya akan berusaha mengusulkan di Anggaran Tahun depan.

“Karena latar belakang saya adalah pesantren, maka yang ingin saya bukan hanya persoalan fisik, tapi ingin membangun sumber daya manusianya,” terangnya.

(Yudi/Yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan