BANGKALAN, Limadetik.com – Puluhan Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu sosial dan budaya Universitas Trunojoyo Madura menggelar gerakan turun aksi obor di sekitar Taman Kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
Gerakan aksi obor kali ini sebagai persyaratan Ujian Tengah Semester (UTS) 2018 Mata Kuliah Modal Sosial dan Masyarakat Madani Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya UTM.Kamis, (19/4/2018).
Mahasiswa yang tergabung dalam aksi tersebut terdiri dari tiga kelas angkatan tahun 2015, dimulai dari pintu masuk Gedung Ruang Kuliah Bersama – E (RKB-E) sebelah timur sampai depan G. Rektorat dan di akhiri di depan ruangan prodi sosiologi dengan penuh semangat dan antusias.
Menariknya dari gerakan aksi obor mahasiswa sosiologi kali ini dengan membawa obor di teriknya siang hari sembari berjalan mundur serta melantunkan lagu Darah Juang membawa nuansa tersendiri bagi aktivitas di sekitar kampus yang hanya ada untuk sekedar mendokumentasikan, dan lain sebagainya.
Rosyadi selaku dosen pengampuh mata kuliah modal sosial dan masyarakat madani mengatakan, mahasiswa diajarkan bagaimana memainkan peran dalam civil society, cuma dalam perkembangnya gerakan-gerakan civil society yang ada di sekitar kita kurang optimal karena kurang jelas memetakan problem social, gerakan sosial, sehingga kita perlu mengingatkan kembali, perlu refleksi gerakan civil society hari ini, butuh menelaah diri sendiri apa yang terjadi pada gerakan mahasiswa.
“Obor sebagai simbol bahwa hari ini sebenarnya kita ada di masa gelap dimana gerakan civil society mangkanya demikian kita butuh obor sebagai simbol inlikement, jadi obor sebagai pencerahan,” tegasnya.
Dirinya menambahkan,”Jalan mundur ini sebagai simbol bahwa berkaca gerakan-gerakan civil society di Indonesia zaman dulu gerakan civil society kita hari ini mengalami kemunduran, mungkin secara kuantitaif gerakan civil society luar biasa, tapi secara kualitas, ideologi, nilai kita mengalami kemunduran,” tutupnya. (hl/yd)