PAMEKASAN — Limadetik.com, Sebuah terobosan baru lahir dari Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Pamekasan. Di bawah atap Koperasi Desa (KDKMP) Merah Putih, ayat-ayat suci Al-Qur’an berkumandang beriringan dengan geliat ekonomi warga melalui Festival Bazar Ramadhan.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Komandan Kodim 0826/Pamekasan, Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko, S.H., M.Han., ini bukan sekadar seremoni saja, namun ini adalah potret “Simfoni Desa” di mana spiritualitas dan kemandirian ekonomi berjalan seiring.
Investasi Mental di Lahan Ekonomi
Dalam sambutannya, Letkol Kav Agus Wibowo menegaskan bahwa inovasi Kepala Desa Samatan, H. Tamyis, S.Ag., dalam menghidupkan koperasi desa melalui jalur religi adalah langkah visioner. Dia mengapresiasi penuh atas langkah nyata yang dilakukan oleh kepala desa Samatan.
”Jujur, saya salut. Koperasi ini masih baru, namun sudah mampu menjadi pusat peradaban bagi anak-anak kita. Lomba Tahfidz ini adalah investasi mental; kita tidak hanya mencetak penghafal, tapi pejuang yang berani tampil di panggung masa depan,” tegas Dandim saat prosesi pemotongan pita.
Menghidupkan Marwah Ekonomi Kerakyatan
Kepala Desa Samatan, H. Tamyis, memandang bahwa Koperasi Desa tidak boleh kaku hanya mengurusi angka. Melalui integrasi Lomba Tahfidz dan Bazar UMKM, ia ingin membangun ekosistem yang inklusif dan menggerakkan perekonomian masyarakat di lingkungan Kopdes Merah Putih yang telah tuntas 100 persen pembangunannya.
”Harapan kami sederhana namun mendalam: bibit penghafal Al-Qur’an tumbuh subur, dan di saat yang sama, dapur pelaku UMKM lokal tetap mengepul berkat dukungan masyarakat melalui bazar ini,” ungkap Tamyis.
Kehadiran Forkopimcam, tokoh agama, dan tokoh pemuda dalam acara ini mempertegas satu pesan kuat: bahwa kemajuan sebuah daerah bermula dari desa yang mampu menjaga identitas religiusnya tanpa melupakan kemandirian ekonominya.









