PAMEKASAN, Limadetik.com – Ghâlimpo’ Dhu’ Remmek (Abhundhu’ Rembhâgghâ Mekkasan) malanggheng Bhâsa tor Bhudhâjâ Madhurâ (Kelompok pelestarian Bahasa dan budaya Madura) ikut meramaikan pameran hari pendidikan nasional yang digelar selama dua hari. Terhitung sejak 1-2 Mei 2019 di lapangan Mandhãpã Aghung Ronggosukowati jl. Pamong Praja 03 Kelurahan Bugih.

Organisasi budaya Madura yang kini masih seumur jagung ini mulai eksis diberbagai kesempatan dan kegiatan dengan membudayakan bahasa Madura.

Pantauan di lokasi, ada 8 stan yang ikut meramaikan hardiknas kali ini. Hal itu sesuai dengan surat edaran pameran yang dikeluarkan dinas pendidikan kabupaten Pamekasan ditandangani kepala Dinas Moh. Tarsun.

Diantaranya, 1 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 3 Sekolah Dasar (SD) 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan satunya lagi kelompok Dhu’  Remmek sebagai organisasi pelestarian bahasa dan budaya Madura.

Di dalam stand, terlihat berbagai macam odheng khas Madura dan beragam macam lainnya.

Organisasi yang diketuai oleh Siti Fatimah ini benar – benar mewajibkan para anggotanya untuk menggunakan Bhâsa Madhurâ tanpa terkecuali.

Bahkan, diantara pameran yang lain, semua odheng yang dipamerkan menggunakan bahasa Madura.

Diantaranya, pèrèdhân kènè’ (odheng kecil), pèrèdhân laèn (odheng beda ukuran lebih besar), ghulâ Cobbhu’ (gula aren) dan kopi.

Fat sapaan akrab Siti Fatimah menuturkan, keikutsertaan organisasi yang dipimpinnya itu dalam rangka melestarikan dan memperkuat pendidikan bahasa Madura kepada anak – anak dan masyarakat sekaligus memeriahkan hardiknas 2019.

“Ini bagian dari cara organisasi kami untuk terus membudayakan bahasa Madura agar tidak hilang di kikis budaya modern,” katanya, menjelaskan.

Diketahui, pada Kamis (2/5/19) Pemkab Pamekasan menggelar kegiatan upacara Hardiknas di lapangan Nagara Bhakti Ronggosukowati. (Arif/dyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here