SUMENEP, Llimadetik.com – Pada musim kemarau tahun ini, harga tembakau di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur cukup tinggi, yakni mencapai Rp 50 ribu per kg.

Tingginya tembakau rajangan juga berdampak terhadap tingginya harga tikar rakara atau tikar yang terbuat dari daun siwalan. Tikar rakara ini berfungsi sebagai pembungkus tembakau rajangan yang sudah kering.

Dari pantauan media ini di tingkat pengrajin, tepatnya di Dusun Topoar, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, harga tikar saat ini memang sangat mahal.

“Sekarang memang lagi puncaknya mas. Naiknya antara empat sampai lima kali lipat dari harga normal yang hanya Rp. 10 ribu. Tertinggi ada yang menghargai Rp. 48 ribu per lembar,” kata dalah satu pengrajin tikar  Shapiya (45), Senin (10/9/2018).

Menurutnya, faktor tingginya harga tikar saat ini karena harga tembakau musim ini yang juga lumayan bagus, sehingga dengan permintaan tikar yang sangat tinggi, otomatis harga pun terus naik.

“Kan tikar rakara ini untuk mengemas tembakau rajangan, jadi wajar kalau sekarang mahal, karena tembakau lagi mahal. Naiknya juga berangsur, dari Rp. 20 ribu sampai sekarang hampir Rp. 50 ribu per lembar untuk ukuran 3×2 meter,” terangnya.

Sementara itu, pengrajin lain, Fatmawati mengaku bersyukur dengan melambungnya harga tikar rakara saat ini. Sebab, momen seperti saat ini jarang terjadi, yang pernah harga sebagus ini sudah terjadi sekitar 5 tahun lalu (2013).

“Kami sangat memanfaatkan musim baik ini, dan mudah-mudahan harga masih akan terus berpihak pada kami,” imbuhnya.

Di Sumenep ada beberapa daerah pengrajin tikar rakara, diantaranya Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Desa Poreh, Kecamatan Lenteng dan sebagian desa yang ada di Kecamatan Batang-batang.(hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here