PAMEKASAN, Limadetik.com — Sijago Merah kembali beraksi dihari lebaran ke dua pada Sabtu, (16/6/2018 ) sekitar pukul 02.30 Wib dini hari, salah satu lokasi pasar Desa Tambung Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Peristiwa kebakaran yang melanda Pasar Desa Tambung memakan 4 kios rata dengan tanah, kejadian kebakaran diperkirakan dini hari hasil laporan warga desa kepada petugas yang sedang Stanbay di Posko PAM Arek Lancor Pamekasan.
Petugas Pos Pam Arek lancor pun langsung merespon laporan warga setempat, beberapa personil terdiri dari BPBD, Damkar serta TNI, POLRI, PMI juga SENKOM secara cepat bergehas ke lokasi titik kejadian kebakaran pasar tambung tersebut.
Seperti laporan limadetik.com. Penuturan Supervisor BPBD Pamekasan menjelaskan bahwasanya laporan warga setempat ada kebakaran yang terjadi di pasar desa tambung.
“Ada warga yang datang kepada kami bahwa telah terjadi peristiwa kebakaran di pasar desa tambung, pademawu, dan kami segera menuju titik lokasi kebakaran untuk melakukan pemadaman serta pembasahan titik – titik tempat api kebakaran yang melalap kios – kios pasar,” papar Budi Cahyono.”
Dirinya menambhkan, tindakan pemadaman kebakaran di Pasar Tambung Kecamatan Pademawu, petugas Pos Pam Arek Lancerr memerlukan waktu 25 menit dan tindakan selanjutnya melakukan pembasahan selama kurang lebih 20 menit.
Menurut Budi Cahyono, penyebab peristiwa kebakaran tersebut dugaan sementara terjadinya akibat konsleting arus listrik dari salah satu kios pasar yang posisi keberadaannya paling utara yang merembet ke 3 kios pasar lainnya yang berdempetan di bagian selatan.Walau tidak ada korban jiwa, namun dipastikan kerugian dalam tafsiran sementara sekitar Rp.20 juta sedang untuk isi kios belum tahu.
“Peristiwa kebakaran melanda Pasar Tambung tadi pagi, sementara tidak ada korban jiwa, kerugian yang ditafsirkan dalam peristiwa pasar tambung tersebut sekitar Rp 20 juta untuk material bangunan, sedangkan isi bangunan kios yang terlalap api masih belum diperkirakan kerugiaannya,” pungkasnya.
Kembali Budi menambahkan, “Karena peristiwa tersebut kejadiannya pada dini hari, suasanannya kan masig gelap gulita. Pasca pemadaman api tersebut petugas mengalami kesulitan dalam pelakukan pendataan kerugian dari isi kios pasar yang terlalap si jago merah,” tutup Budi. (mer/hen/yd).