Lokasi Korban Ditelan Ular Dikenal Angker, Petani Pilih Tempat Lebih Aman

MUNA, Limadetik.com — Lokasi tempat Wa Tiba (54) korban yang tewas ditelan ular piton dikenal warga setempat angker, itu sebabnya para petani di desa persiapan Kecamatan Lohia, Kabupaten Sulawesi Tenggara, lebih memilih menjauh dan cari tempat berkebun maupun tempat bercocok tanam.

Berdasrkan keterangan Camat Lohia, Hajar Sosi mengatakan, lokasi tempat korban ditemukan tewas ditelan ular dikenal warga sekitar cukup angker. Sebab, sejumlah kejadian yang dianggap warga tidak masuk akal terjadi di wilayah itu.

“Dulu juga pernah ada orang hilang, perempuan. dan pernah juga terjadi ada orang yang meninggal tiba-tiba di wilayah itu,” kata Hajar Sosi.

Camat lohia ini juga membeberka , korban yang meninggal tiba-tiba saat itu, terlihat warga tewas tergantung. Saat ditemukan, warga berjenis kelamin laki-laki itu terlilit di pohon enau oleh sarung yang dipakainya.

“Dengan beberapa kejadian itu, warga lain memilih untuk menjauh. Tapi, mau diapakan dan mau bagaimana lagi, karena memang lokasi itu dijadikan korban (Wa Tiba red) sebagai tempat menanam jagung,”  ungkap Hajar.

Terkait dengan persoalan ular, Hajar Sosi menduga daerah itu banyak dihuni kawanan ular. Pasalnya, ada beberapa lokasi bebatuan berbentuk gua yang kemungkinan berisi hewan melata.

“Saat itu pernah juga warga melihat ular yang lebih besar ukurannya dari yang memangsa korban,” pungkasnya. (red)

 

Sumber : liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here