Headline News

HMI Cabang Bangkalan Gelar Intermediate Training Latihan Kader II

×

HMI Cabang Bangkalan Gelar Intermediate Training Latihan Kader II

Sebarkan artikel ini
HMI Cabang Bangkalan Gelar Intermediate Training Latihan Kader II LIMADETIK.COM, BANGKALAN -!Himpunan mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan menggelar intermediate training latihan kader II (LKII), dimana HMI merupakan salah satu organisasi perkaderan dan perjuangan mahasiswa. Intermediate training Lk II ini diikuti oleh seluruh Kader HMI SE indonesia, yang berpusat di Kabupaten Bangkalan, provinsi Jawa timur, yang diisi juga oleh BPL PB Korwil Jatim Dzulkarnain Jamil S.Sos, di Aula dinas ketenagakerjaan Kabupaten Bangkalan pada 14 Maret 2023 dengan tema besar yaitu “Ikhtiar HMI Membangun peradaban”. Seluruh peserta sebanyak 43 orang sangat antusias mengikuti forum dengan materi Wawasan Nusantara. Dzulkarnain Jamil memantik diskusi dengan mengucapkan selamat kepada peserta yang dinyatakan lulus dan mengawali penjelasan secara ekploratif pendekatan historis dan politik mengenai wawasan nusantara dan ke indonesiaan. "Selamat datang kepada teman-teman yang mengikuti Latihan kader II (LK II) tahun 2023, karena telah lulus seleksi 2 tahap, yaitu seleksi jurnal dan proses screening. Semoga juga diberikan kemudahan untuk seleksi terakhir dan bisa dinyatakan lulus forum intermediate training. Juga semoga dengan adanya forum ini membuat para kader HMI memahami betul wawasan nusantara dari masa lalu sebagai refleksi untuk meneropong masa depan yang lebih cerah”. “Setidaknya terdapat tiga pokok pembahasan penting yang dapat kita diskusikan pada forum saat ini yaitu pertama, Konstanta Geografi, kedua Konstanta Demografi, dan terakhir Konstanta Sejarah" ujarnya. Jamil berharap nantinya kepada para peserta LK II sebanyak 43 orang yang sudah mengikuti pelatihan ini, ketika kembali kedaerahan nya masing-masing sesuai dengan tujuan training lk2 yaitu menjadi kader HMI yang mempunyai kemampuan intelektual untuk memetakan peradaban dan memformulasikan gagasan dalam lingkup organisasi. Dzulkarnain Jamil melanjutkan, pemaparan pada masalah-masalah pokok dalam sejarah politik di Nusantara (histiografi politik nusantara) mulai dari Negara-negara awal di Nusantara baik Negara Sriwijaya, Negara Majapahit, Kedatangan Islam dan Munculnya Negara-negara Islam, Kolonialisme dan imperialisme Eropa, VOC dan Hindia Belanda 1600 – 1942, Penjajahan Jepang 1942 – 1945, Indonesia Soekarno 1945 – 1966, Indonesia Orde Baru 1966 – 1998, Indonesia Reformasi 1998 – sekarang. Dimana pemantik tersebut memberikan makna agar kader hmi mampu menganalisis persoalan-persoalan yang terjadi di Indonesia dengan pendekatan budaya sebagai sebuah nilai dan pendekatan struktural sebagai kerangka berpikir kritis. Ia kemudian menutup penyampaian materinya dengan sebuah closing statement. “Materi wawasan nusantara ini memiliki tujuan khusus yaitu agar Peserta mampu berpikir kritis dalam membaca tiap-tiap referensi historis juga Peserta diharapkan menjadi insan akademis yang memiliki kepribadiaan Indonesia dan berwawasan global melalui pemaparan yang berkaitan dengan perkembangan-perkembangan politik dalam dua persfektif, budaya dan institusi pelembagaan struktur kekuasaan dalam tiap-tiap periode sejarah nusantara" tutupnya. Terakhir Master of Training (MOT) Master Habibur Rahman sebagai Instruktur dalam forum menutup diskusi dengan memberikan pemadatan menyampaikan bahwa Fokus materi wawasan nusantara yang diberikan mengenai fotret kejayaan kerajaan- kerajaan di Nusantara. "Sebelum menjadi negara bangsa hal ini tentu berfungsi memberikan frame bentuk dan corak Islam di Nusantara juga berfungsi memberikan frame gerakan perjuangan HMI" imbuhnya
FOTO: Kegiatan Training Latihan Kader II HMI Cabang Bangkalan

HMI Cabang Bangkalan Gelar Intermediate Training Latihan Kader II

LIMADETIK.COM, BANGKALAN -!Himpunan mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan menggelar intermediate training latihan kader II (LKII), dimana HMI merupakan salah satu organisasi perkaderan dan perjuangan mahasiswa.

Intermediate training Lk II ini diikuti oleh seluruh Kader HMI SE indonesia, yang berpusat di Kabupaten Bangkalan, provinsi Jawa timur, yang diisi juga oleh BPL PB Korwil Jatim Dzulkarnain Jamil S.Sos, di Aula dinas ketenagakerjaan Kabupaten Bangkalan pada 14 Maret 2023 dengan tema besar yaitu “Ikhtiar HMI Membangun peradaban”.

Seluruh peserta sebanyak 43 orang sangat antusias mengikuti forum dengan materi Wawasan Nusantara. Dzulkarnain Jamil memantik diskusi dengan mengucapkan selamat kepada peserta yang dinyatakan lulus dan mengawali penjelasan secara ekploratif pendekatan historis dan politik mengenai wawasan nusantara dan ke indonesiaan.

“Selamat datang kepada teman-teman yang mengikuti Latihan kader II (LK II) tahun 2023, karena telah lulus seleksi 2 tahap, yaitu seleksi jurnal dan proses screening. Semoga juga diberikan kemudahan untuk seleksi terakhir dan bisa dinyatakan lulus forum intermediate training. Juga semoga dengan adanya forum ini membuat para kader HMI memahami betul wawasan nusantara dari masa lalu sebagai refleksi untuk meneropong masa depan yang lebih cerah”.

“Setidaknya terdapat tiga pokok pembahasan penting yang dapat kita diskusikan pada forum saat ini yaitu pertama, Konstanta Geografi, kedua Konstanta Demografi, dan terakhir Konstanta Sejarah” ujarnya.

Jamil berharap nantinya kepada para peserta LK II sebanyak 43 orang yang sudah mengikuti pelatihan ini, ketika kembali kedaerahan nya masing-masing sesuai dengan tujuan training lk2 yaitu menjadi kader HMI yang mempunyai kemampuan intelektual untuk memetakan peradaban dan memformulasikan gagasan dalam lingkup organisasi.

Dzulkarnain Jamil melanjutkan, pemaparan pada masalah-masalah pokok dalam sejarah politik di Nusantara (histiografi politik nusantara) mulai dari Negara-negara awal di Nusantara baik Negara Sriwijaya, Negara Majapahit, Kedatangan Islam dan Munculnya Negara-negara Islam, Kolonialisme dan imperialisme Eropa, VOC dan Hindia Belanda 1600 – 1942, Penjajahan Jepang 1942 – 1945, Indonesia Soekarno 1945 – 1966, Indonesia Orde Baru 1966 – 1998, Indonesia Reformasi 1998 – sekarang.

Dimana pemantik tersebut memberikan makna agar kader hmi mampu menganalisis persoalan-persoalan yang terjadi di Indonesia dengan pendekatan budaya sebagai sebuah nilai dan pendekatan struktural sebagai kerangka berpikir kritis.

Ia kemudian menutup penyampaian materinya dengan sebuah closing statement. “Materi wawasan nusantara ini memiliki tujuan khusus yaitu agar Peserta mampu berpikir kritis dalam membaca tiap-tiap referensi historis juga Peserta diharapkan menjadi insan akademis yang memiliki kepribadiaan Indonesia dan berwawasan global melalui pemaparan yang berkaitan dengan perkembangan-perkembangan politik dalam dua persfektif, budaya dan institusi pelembagaan struktur kekuasaan dalam tiap-tiap periode sejarah nusantara” tutupnya.

Terakhir Master of Training (MOT) Master Habibur Rahman sebagai Instruktur dalam forum menutup diskusi dengan memberikan pemadatan menyampaikan bahwa Fokus materi wawasan nusantara yang diberikan mengenai fotret kejayaan kerajaan- kerajaan di Nusantara.

“Sebelum menjadi negara bangsa hal ini tentu berfungsi memberikan frame bentuk dan corak Islam di Nusantara juga berfungsi memberikan frame gerakan perjuangan HMI” imbuhnya