Ini Dua Negara yang Jadi Tujuan TKI Ilegal Asal Sumenep

Ilustrasi TKI

SUMENEP, limadetik.com – Minimnya lapangan pekerjaan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menjadi salah satu faktor banyaknya warga yang nekat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Parahnya, mereka memilih jalur ilegal atau melalui tekong, karena dianggap lebih mudah prosesnya.

Akibatnya, setibanya di negeri orang tidak sedikit yang dideportasi. Berdasarkan data di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumenep, sejak Januari hingga Oktober 2018, sebanyak 41 TKI asal Sumenep dideportasi.

Kepala Disnaker Sumenep Mohammad Fadillah mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi dari TKI yang dideportasi, mereka menjadi TKI ilegal karena tertipu dan terpengaruh tekong. Tekong memanfaatkan kondisi ekonomi masyarakat dengan dalih akan memberikan penghasilan tinggi. Namun, setelah mereka berangkat, malah nasibnya di negeri orang tidak jelas.

“Berdasarkan pengakuan TKI yang dideportasi 2018, rata-rata memang karena terpengaruh bujukan tekong dengan gaji tinggi. Lalu mereka mau, akhirnya berangkat dengan ilegal,” katanya, Jum’at (25/1/2019).

Mantan Kepala Dinas Perhubungan setempat mengungkapkan, adapun negara yang mejadi tujuan adalah Malaysia dan Arab Saudi. Rata-rata masyarakat yang menjadi TKI ilegal berasal dari daerah kepulauan dan sebagian dari wilayah barat Kota Keris.

“Mayoritas sana (luar negeri) menjadi buruh bangunan, termasuk di Malaysia,” ucapnya.

Beruntung, pada awal 2019 ini belum ada TKI ilegal yang dideportasi dari luar negeri. Fadhillah berharap, di tahun ini tidak ada lagi warga Sumenep yang dideportasi gara-gara tidak lengkapnya dokumen sebagai TKI yang sah.

“Kami sering melakukan sosialisasi agar apabila ada warga yang berminat jadi TKI, supaya mengikuti jalur resmi,” tukasnya.(hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here