BANGKALAN, Limadetik.com – Kehadiran para tokoh politik di kediaman almarhum Muhammad Zaini Misrin TKI asal Bangkalan,Jawa Timur yang dihukum pancung di Arab Saudi beberapa hari yang lalu menjadi perhatian seorang pengamat.
Baca: TKI asal Madura Dipancung di Arab Saudi tanpa Pemberitahuan Lebih Dulu
Dari pantauan media di lapangan terlihat ramai nya rumah almarhum dalam kunjungan atau pelayat sejak kemarin mulai awak media sampai salah satu Paslon baik kabupaten maupun provinsi, tak lupa juga tokoh politik nampak hadir. Kamis (22/3/2018)
Putra almarhum, Muhammad Toriq yang terlihat menerima para tamu yang berkunjung bersama saudaranya yang lain.
Sehari sebelumnya Cagub Jatim Nomer urut 2 Gus Ipul nampak hadir di kediaman almarhum Muhammad Zaini Misrin di Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan,Jawa Timur dan ditemani beberapa tokoh setempat, kedatangan salah satu Paslon tersebut jadi perhatian seorang pengamat Surokim, dalam penilaian nya menganggap saat ini adalah momentum pilkada, jadi rasa empati terhadap penderitaan warga atau kesusahan warga itu bisa menaikkan elektabilitas calon dalam pilkada.
“Tentunya hal semacam itu menurut saya semua calon pasti ingin dekat dengan pemilih dan kunjungan politik seperti itu sah sah saja dalam konteks pilkada karena pada dasarnya semua paslon ingin meraih simpati dan kedekatan dengan pemilih,” kata pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura itu.
Sejauh ini menurut Surokim, berdasarkan hasil surveynya pemilih kita menghendaki kepedulian terhadap nasib rakyat masih dalam urutan teratas untuk dilakukan para calon pemimpin ataupun
Tentunya semua itu bagian dari upaya untuk meraih simpati masyarakat, menurut dirinya sebuah langkah bagus dan patut diapresiasi. Namun jika memang hal itu dipandang sebagai komoditas politik boleh saja.
“Pastinya kalau dipandang dari sisi itu boleh boleh saja namaya juga politik sebagai komoditas. Makanya penting bagi para calon juga elegan agar tidak terkesan ramah dimulut semata (Lips Service), tetapi lebih prinsipil bisa menawarkan solusi agar perlindungan terhadap TKI asal madura semakin mapan dan profesional,” tukasnya
Selain itu, pria asli Lamongan itu mengatakan gerakan Paslon dalam momentum pilkada memang selalu berpotensi untuk dicurigai, yang perlu diperhatikan dan pahami adalah substansi untuk paham persoalan dan memiliki solusi kongkrit.
“Tentunya sangat penting bagi pemimpin agar tidak terkesan sekedar lips service tadi itu,” ucapnya
“Jika rasa empati atas penderitaan warga tidak terkesn artifisial ya harus diikuti dengan ketulusan, kejujuran dan juga kesungguhan untuk memperjuangkan nasib warga itu jauh lebih baik untuk dilakukan agar tidak dicibir negatif hanya untuk kepentingan suara pilkada semata,” ungkap dekan UTM ini.
Yang pasti untuk saat ini tipe pemilih masyarakat kita juga bisa dikatakan lemah lembut, sehingga hal-hal yang bisa mendatangkan rasa empati masyarakat bisa juga jadi sarana meraih suara dukungan pada konteks pilkada.
“Pastinya pemilih kita kalau disentuh rasa dan otak yang mengendalikan perasaan manusia biasanya mudah luluh,” pungkasnya. (zen/yd)