SUMENEP, limadetik.com — Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) tahun 2019 ini mewisuda mahasiswanya sebanyak 634 orang, yang terdiri dari Fakultas Syari’ah dengan Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah sebanyak 75 mahasiswa.
Fakultas Tarbiyah dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam sebanyak 140 mahasiswa; dari Program Studi Bahasa Arab sebanyak 53 mahasiswa; dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini sebanyak 55 mahasiswa, dari Fakultas Ushuluddin dengan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sebanyak 43 mahasiswa; dari Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi sebanyak 48 mahasiswa.
Sedangkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan Program Studi Ekonomi Syaria’ah sebanyak 193 mahasiswa. Dan Wisuda Pascasarjana V Program Studi Pendidikan Agama Islam sebanyak 27 mahasiswa.
Acara Wisuda XXI Program Sarjana dan Wisuda V Program Pascasarjana dihelat hari ini dan kemarin, tanggal 3-4 Nopember 2019 mulai jam 06.30 sampai jam 11.00.
Menurut rektor INSTIKA Drs.K.H. Abbadi Ishomuddin, M.A. dalam sambutannya, sengaja memang acara wisuda kali ini diadakan selama dua hari. Alasannya yang pertama karena perkuliahan para mahasiswa dan mahasiswi dipisah. Juga kapasitas gedung yang tidak memadai.
“Kemarin wisuda sarjana dan magister INSTIKA khusus mahasiswa, sekarang wisuda sarjana dan magister khusus mahasiswi,” terang Kiai Ishom panggilan akrab sang rektor.
Sebagai kampus yang memiliki semboyan “tatakrama” (takwa, tafaqquh, khidmah dan rahmatan lil’alamin) dari dulu sampai sekarang tetap mempertahankan budaya Islami.
Pemisahan antara mahasiswa dan mahasiswi merupakan instruksi dari para masyayikh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk Guluk Sumenep. Dan itu logis agar kedepannya tidak timbul fitnah atau sesuatu yang melanggar hukum Islam itu sendiri.
Ketika limadetik.com meminta kesan kepada para mahasiswa dan mahasiswi yang telah diwisuda, mereka sangat puas selama menjalani perkuliahan di INSTIKA. Para dosen yang kompeten dan profesional serta memiliki dedikasi tinggi telah membuat mahasiswanya menjadi lulusan yang berkualitas. (Yant Kaiy/yd)