https://limadetik.com/

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanah Merah dan Galis Gotong Royong

  • Bagikan
Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanah Merah dan Galis Gotong Royong
Foto: Kondisi warga saat memperbaiki jalan di kecamatan Tanah merah

BANGKALAN, Limadetik.com – Kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan membuat sejumlah warga dibeberapa Desa di Kecamatan Tanah Merah bergotong royong memperbaiki jalan rusak, perbaikan secara swadaya dilakukan agar tidak membahayakan pengendara pengguna jalan.

“Kami bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya dan seadanya mengingat hingga saat ini belum ada perbaikan dari pemerintah,” kata Tokoh Pemuda, Jauhari.

https://limadetik.com/

Jauhari mengatakan, jalan rusak yang diperbaiki warga tersebut merupakan akses bagi masyarakat di Desa Petrah, Sorpa, Sadah, dan beberapa Desa lainnya.

Masyarakat di beberapa desa tersebut, kata dia, bergotong royong menimbun jalan rusak menggunakan batu, krikil dan aspal yang dibeli secara swadaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kendaraan.

Baca Juga: Tegur nelayan Gunakan Jaring Trawl, Nelayan Arosbaya Diserang

Secara terpisah, Tokoh Masyarakat H. Nurul, mengatakan, beberapa Kepala Desa juga berpartisipasi ikut membantu perbaikan jalan secara swadaya. Diantaranya Kades Petrah, Kades Sadah, Kades Sorpa serta beberapa kades lainnya. H. Nurul berharap agar Pemkab tahun ini menganggarkan dana untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut.

“Kasihan masyarakat di sana. Aktivitas mereka mungkin sedikit terganggu gara-gara akses jalannya rusak,” ujarnya.

Kerusakan Jalan Raya di Kecamatan Tanah merah menghubungkan ke beberapa wilayah desa. Jalan ini juga sebagai akses utama Ke Kecamatan Geger. Untuk itu warga bergotong royong patungan untuk memperbaiki jalan yang rusak.

Perbaikan jalan secara swadaya oleh warga ini mendapat perhatian dari anggota Komisi B DPRD Bangkalan Abdul Manaf. Dia sangat mengapresiasi sikap warga setempat yang peduli terhadap jalan yang rusak. Menurutnya, jalan Kabupaten ini termasuk tanggung jawab Pemerintah Daerah (Pemda). Namun,.karena keterbatasan anggaran jalan tersebut terbengkalai.

“Walaupun keterbatasan anggaran dari pemerintah tidak membuat semangat warga setempar serta kepala Desa beserta para tokoh masyarakat untuk tetap saling membantu. Sehingga warga sigap, ikhlas memperbaiki jalan rusak karena khawatir membahayakan pengendara dan tidak mau ada korban lagi,” ungkapnya.

Dia juga mendorong pemerintah agar segera memperbaiki jalan tersebut sehingga warga yang melintas tidak khawatir lagi.

“Semoga pemerintah daerah secepatnya untuk memperbaiki,” pungkasnya.

(yudi/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan